London (ANTARA News) - Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Jacques Rogge, sesaat mengheningkan cipta mengenang 40 tahun tragedi serangan Olimpiade Muenchen 1972, yang menewaskan 11 atlet Israel.

"Saya ingin memberi penghormatan pada 11 atlet Israel yang berbagi pemikiran mengenai perdamaian Olimpiade, yang diyakini bahwa Perkampungan (atlet) Olimpiade adalah tempat yang menyatukan banyak orang," kata Rogge, yang menginterupsi pidatonya untuk memberi penghormatan, Senin.

"11 atlet ini datang ke Muenchen dengan semangat itu. Mereka membagi visi mereka," katanya.

Pada saat itu, organisasi teroris Black September yang berkait dengan pasangan Andeas Baader dan Ulrike Meinhoff dan sempalan PLO, membantai belasan atlet Israel dalam perkampungan atlet yang dijaga secara ceroboh.

Kontan Perdana Menteri Israel (saat itu), Golda Meir, memerintahkan Mossad melancarkan Operasi Kemarahan Tuhan (Wrath of God) untuk memburu dan mengeksekusi para pelaku bahkan hingga di negara-negara asal mereka. Operasi intelijen ini sangat berhasil hanya beberapa bulan setelah Tragedi Muenchen itu terjadi.

Rogge berbicara pada penutupan kunjungan komisi eksekutif IOC di perkampungan atlet, ketika ia berhenti di pahatan Tembol Perdamaian Olimpiade, yang terletak di pintu masuk kompleks.

Semua atlet yang ambil bagian di Olimpiade akan menandatangani pahatan itu, ketika mereka berada di sana.

Upacara itu dilakukan sebagai bagian kampanye "Memberi Merupakan Kemenangan" yang diselenggarakan olah PBB bekerja sama dengan IOC.

(H-RF/I015)