Sabtu, 25 Oktober 2014

Nilai investasi IKM Bantul capai rp800 miliar

| 2.230 Views
id industri kecil menengah, nilai investasi
Kami terus melakukan pembinaan melalui pelatihan dan memberikan modal pinjaman baik dari pemerintah maupun sharing dengan lembaga perbankan."
Bantul (ANTARA News) - Nilai investasi seluruh industri kecil menengah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai Rp800 miliar.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bantul Tri Murdianani, Senin, mengatakan, besaran itu terdiri dari investasi IKM formal sebesar Rp372,8 miliar dan IKM nonformal sebesar Rp427,2 miliar.

"Kami akan terus mendorong perkembangan IKM di Bantul karena sektor ini juga menjadi salah satu mata pencaharian penduduk sehingga perlu ditumbuhkembangkan," katanya.

Menurut dia, jumlah IKM di Bantul saat ini mencapai 18.158 unit yang bergerak di bidang pangan, sandang dan kulit, kerajinan umum, kimia dan bahan bangunan serta logam dan jasa.

"Semua unit IKM itu dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 81.805 orang. Kami terus melakukan pembinaan melalui pelatihan dan memberikan modal pinjaman baik dari pemerintah maupun sharing dengan lembaga perbankan," katanya.

Ia mengatakan, secara teknis pembinaan terhadap IKM dilakukan melalui pelatihan kemampuan seperti memagangkan tenaga kerja ke Lampung dan Aceh agar mampu meningkatkan kualitas produk.

"Untuk pemasaran kami bantu melalui jejaring yang bisa menginformasikan produk Bantul ke luar daerah, dan juga memberikan fasilitas untuk mengikuti pameran dan promosi hingga tingkat internasional," katanya.

Menurut dia, untuk pinjaman permodalan pihaknya membantu dengan memudahkan proses perijinan, dengan harapan perkembangan usahanya tumbuh kembang dan bisa menciptakan lapangan kerja baru.

"Kami menggandeng BUMN untuk mengatasai masalah permodalan, dengan memberikan pinjaman lunak dengan bunga enam persen per tahun. Besaran pinjaman modal sesuai dengan kebutuhan dalam proposal," katanya. (HRI/N002)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga