Kamis, 21 Agustus 2014

Mungkinkah Rio Haryanto menjejakkan kakinya di F1?

Senin, 23 Juli 2012 22:39 WIB | 6.067 Views
Mungkinkah Rio Haryanto menjejakkan kakinya di F1?
Rio Haryanto (ANTARA/Audy Alwi)
Semarang (ANTARA News) - Pertanyaan pada judul tersebut memang menimbulkan tanda tanya, apalagi sampai kini belum ada satu pun pebalap Indonesia yang turun pada kasta tertinggi lomba balap mobil dunia atau Formula One (F1).

Tetapi, semuanya serba mungkin dan tentunya pebalap nasional asal Solo, Jawa Tengah, Rio Haryanto, mencoba mengarah ke sana, apalagi sekarang yang bersangkutan sudah menekuni dunia balap GP2 Series yang merupakan satu tingkat di bawah F1.

Modal ke arah sana memang sudah dimiliki pebalap berusia 19 tahun tersebut, seperti melakukan tes uji coba mobil F1 di Abu Dhabi pada 2010.

Sekarang, Rio juga kembali menjalani uji coba dengan mobil bersama salah satu tim peserta Marussia F1 selama dua hari (12-13 Juli 2012) di Sirkuit Silverstone Inggris bertajuk "Young Driver Test".

Pada uji coba selama dua hari ini, Rio Haryanto tidak sendirian, tetapi bersama dengan rekan satu timnya di Marussia, Carlin Max Chilton, asal Inggris. Mereka masing-masing akan memperoleh sesi testing satu hari penuh menggunakan mobil 2012MR01 yang dibagi dalam jadwal dua hari.

Pada hari pertama, di Sirkuit Grand Prix, Max dijadwalkan akan melakukan testing sesi pagi hari, sedangkan Rio siang harinya, kemudian pada hari kedua yang dilangsungkan di sirkuit internasional, Rio melakukan testing pagi hari, sedangkan Max Chilton siang harinya.

Pada tes hari pertama, Rio Haryanto, hanya menempuh 19 putaran pada uji coba mobil F1 akibat kebocoran cairan dan cuaca yang memburuk mengharuskan Rio kembali masuk pit dan menyudahi tes pertama ini.

Rio yang mendapat dukungan penuh dari PT Pertamina (Persero) menjalankan sesi testing pada siang hari setelah timnya sempat tertunda akibat prosedur pengukuran aerodynamic mobil yang harus dilakukan oleh tim.

Catatan waktu terbaik pebalap berusia 19 tahun yang mengendarai mobil MR-01 tersebut adalah satu menit 37,404 detik dari 19 putaran yang ditempuh Rio Haryanto.

Dengan hasil ini, Rio bersama rekan satu timnya Max Chilton di Marussia Carlin sukses menjalani tes mobil F1 milik tim Marussia F1 dalam program "Young Driver Test" yang diselenggarakan Marussia F1.

Setelah mendapat kesempatan untuk pertama kali uji coba mobil F1 dengan tim Marussia F1 2010 yang memberikan pengalaman yang luar biasa, kali ini untuk kedua kalinya menjalankan mobil F1 merupakan pengalaman yang sangat spesial bagi Rio Haryanto.

"Saya merasa telah berkembang pesat sebagai seorang pebalap dan kali ini lebih siap menghadapi berbagai hal," katanya.

Namun, katanya, sangat disayangkan dirinya hanya bisa menjalankan 19 putaran karena kebocoran dan faktor cuaca yang semakin buruk.

"Bagaimanapun ini telah memberikan pengalaman luar biasa bagi saya, dan saya sangat menikmtai bekerja sama dengan tim," katanya.

Pada tes hari kedua, Rio sukses menebus kerugian pada sesi pertama dengan menempuh 79 putaran. Rio Haryanto juga telah menggunakan sesi tersebut untuk membantu tim melakukan penyetelan mobil dalam rangka pengecekan kelayakan paket "upgrade" dengan komponen-komponen baru dalam mobil MR-01.

Rio Haryanto mengatakan, sesi kedua ini telah memberikan pengalaman positif baginya tentang Marussia F1, setelah pada sesi pertama dia hanya berkesempatan memperoleh 19 putaran. "Ini jumlah yang fantastis dan memberikan pengalaman bagi saya," katanya.

Ia mengakui, program ini cukup sulit karena banyak hal baru dan sangat berbeda bagi dirinya. "Tim telah membuat saya bekerja keras, tetapi hal itulah yang saya perlukan untuk menunjukkan potensi saya yang sebenarnya," katanya.

John Booth, Team Pricipal dari Marussia F1 mengatakan, dirinya sangat menikmati dua sesi uji coba di Silverstone dengan mengamati secara detail terhadap Rio Haryanto dan rekan setimnya di Marussia Carlin Max Chilton.

Menurut dia, kedua pebalap tersebut telah menempuh 350 kilometer dalam dua sesi uji coba ini, yang sebagian besar dijalankan dalam kondisi sirkuit yang kering, dan mereka telah menjalankannya dengan baik mengingat pengalaman keduanya masih sangat minim.

Mereka, kata dia, telah membantu tim untuk mendapatkan solusi-solusi dari sejumlah settingan mobil yang dihadapi di seri Grand Prix yang lalu, sehingga telah memberikan pengalaman bagi kedua belah pihak.


Super Licence

Menurut juru bicara Rio Haryanto, Andy Mailangkay, Rio Haryanto dinilai layak mengajukan "Super Licence" kepada "Federation International de I`Autombile" (FIA) untuk terjun pada Formula 1 (F1).

Menurut dia, apabila Rio Haryanto sudah memiliki `Super Licence` tersebut maka yang bersangkutan sudah layak untuk mengikuti lomba balap mobil F1 pada saat diperlukan oleh tim yang berpartisipasi pada lomba balap mobil level tertinggi dunia itu.

Ia mengatakan bahwa tim Marussia F1 adalah tim yang memiliki hubungan dengan Rio karena saat ini pebalap ini bernaung di bawah tim Marussia Carlin GP2 dan dari namanya sudah mengindikasikan adanya kerja sama antara Carlin dengan Marussia.

Ia mencontohkan, seandainya salah satu pebalap pada sisa akhir musim di Marussia F1 (Timo Glock atau Charles Pic) berhalangan mengikuti salah satu seri karena satu atau lain penyebab, maka Rio bisa masuk untuk mengisi kekosongan pebalap.

Ketika ditanya apakah tahun depan, Rio bisa membalap di F1, Andy Mailangkay mengatakan, hal ini tergantung pada kebutuhan akan pebalap muda pada kompetisi tahun depan, kemudian juga diperlukan konsistensi Rio Haryanto yang tentunya ini tidak kalah penting.

Kemudian yang ketiga adalah faktor ketersediaan dana dari manajemen Rio untuk membiayai keikutsertaannya di tim yang membutuhkannya karena mereka juga meminta Rio bergabung membawa dana.

PT Pertamina (Persero) yang menjadi pendukung utama Rio Haryanto mengirimkan perwakilannya ke Jerman, menyaksikan langsung lomba balap mobil GP2 Series putaran ke delapan tersebut.

Brand Management Manager, Agus Mashud S Asegaf mengatakan, Pertamina sangat yakin atas performa Rio di kejuaraan GP2.

Pertamina, kata dia, siap mendukung Rio berprestasi sampai pada jenjang balap mobil formula tertinggi, setelah Rio sukses menjalani sesi testing mobil F1 beberapa waktu lalu, dan telah layak mengajukan "super licence" yaitu surat izin untuk dapat membalap di F1.

"Kami, Pertamina sebagai sponsor utama Rio terus mengamati perkembangan Rio sejauh ini sampai menjelang seri ke delapan di Jerman ini. Kami berharap Rio bisa berkembang dan meningkatkan prestasi di GP2," katanya.

Menurut dia, setelah sukses menyelesaikan testing mobil F1 bersama tim Marussia F1, tentunya memberikan dampak meningkatnya kepercayaan dirinya padanya dan meningkatkan motivasi Rio untuk tampil lebih baik di seri-seri terakhir musim balap tahun ini.

"Pertamina terus berusaha dan berkomitmen untuk dapat mewujudkan lahirnya pebalap pertama Indonesia yang tampil di F1 dan kami berharap Rio dapat menjadi pebalap tersebut," katanya melalui email yang diterima ANTARA dari juru bicara Rio Haryanto, Andy Mailangkay.  (H015/KWR)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga