Selasa, 2 September 2014

Al-Shabaab Somalia eksekusi tiga mata-mata

Selasa, 24 Juli 2012 01:24 WIB | 3.339 Views
Mogadishu (ANTARA News) - Kelompok gerilya Al-Shabaab Somalia mengeksekusi tiga anggota mereka karena melakukan "kegiatan mata-mata" untuk badan intelijen Barat, kata sejumlah pejabat, Senin.

"Ketiga terdakwa dinyatakan bersalah melakukan kegiatan mata-mata... seorang dari mereka bekerja untuk badan intelijen Inggris M16 dan dua orang lagi untuk CIA (badan intelijen AS)," kata Syeikh Abdalla Al-Haq, hakim ketua pada pengadilan Al-Shabaab, seperti dilansir AFP.

Dua dari mereka dituduh pada Januari memasang sebuah alat pelacak satelit di mobil yang digunakan oleh anggota-anggota Al Qaida, yang kemudian dihantam rudal yang menewaskan dua orang dari mereka.

Ketiga orang itu, yang berusia antara 25 dan 30 tahun, dieksekusi oleh regu tembak di depan umum di kota pelabuhan Merka pada Minggu larut malam.

"Mereka semua mengakui tuduhan terhadap mereka, dan hukumannya adalah mati," kata Al-Haq.

"Salah seorang dari mereka berteriak ketika mereka menurunkannya dari kendaraan dan setelah hakim membacakan putusan itu, mereka diikat matanya dan ditembak," kata Abidaziz Moalim, seorang saksi.

"Para pejabat Al-Shabaab menggunakan alat pengeras suara di truk-truk pick-up untuk meminta penduduk berkumpul menyaksikan eksekusi tersebut, ratusan orang datang melihat," kata Idris Nure, seorang saksi lain.

Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al-Qaida mengobarkan perang selama beberapa tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah sementara Somalia dukungan PBB.

Nama Al-Shabaab mencuat setelah serangan mematikan di Kampala pada Juli 2010.

Para pejabat AS mengatakan, kelompok Al-Shabaab bisa menimbulkan ancaman global yang lebih luas.

Al-Shabaab mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Kampala, ibukota Uganda, pada 11 Juli 2010 yang menewaskan 79 orang.

Pemboman itu merupakan serangan terburuk di Afrika timur sejak pemboman 1998 terhadap kedutaan besar AS di Nairobi dan Dar es Salaam yang diklaim oleh Al-Qaida.

Washington menyebut Al-Shabaab sebagai sebuah organisasi teroris yang memiliki hubungan dekat dengan jaringan Al-Qaida pimpinan almarhum Osama bin Laden.

Milisi garis Al-Shabaab dan sekutunya berusaha menggulingkan pemerintah Presiden Sharif Ahmed ketika mereka meluncurkan ofensif mematikan pada Mei beberapa tahun lalu.

Mereka menghadapi perlawanan sengit dari kelompok milisi pro-pemerintah yang menentang pemberlakuan hukum Islam yang ketat di wilayah Somalia tengah dan selatan yang mereka kuasai.

Al-Shabaab dan kelompok gerilya garis keras lain ingin memberlakukan hukum sharia yang ketat di Somalia dan juga telah melakukan eksekusi-eksekusi, pelemparan batu dan amputasi di wilayah selatan dan tengah.

Somalia dilanda pergolakan kekuasaan dan anarkisme sejak panglima-panglima perang menggulingkan diktator militer Mohamed Siad Barre pada 1991. Selain perompakan, penculikan dan kekerasan mematikan juga melanda negara tersebut.

(M014)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga