Minggu, 26 Oktober 2014

Dishub cadangkan kapal angkutan lebaran Mentawai-Padang

| 2.610 Views
id dishub Sumbar cadangan dua kapal penumpang, rute mentawai-padang, kapal ASDP, kapal perintis, kepala dishu sumbar,
Dishub cadangkan kapal angkutan lebaran Mentawai-Padang
Ilustrasi. Kapal perintis. FOTO ANTARA/Henky Mohari)
Kapal yang dicadangkan satu unit navigasi milik ASDP dan satunya kapal perintis,"
Padang (ANTARA News) - Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat mencadangkan dua unit kapal penumpang untuk melayani transportasi angkutan rute Mentawai-Padang selama arus mudik dan balik Lebaran 1433 Hijriah nanti.

"Kapal yang dicadangkan satu unit navigasi milik ASDP dan satunya kapal perintis," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Mudrika di Padang, Selasa.

Menurut dia, perlu adanya cadangan dua unit kapal untuk melayani angkutan penumpang rute Mentawai-Padang, maupun sebaliknya karena dikhawatirkan kapal yang selama ini melayani tidak memadai.

Selama ini kapal penumpang yang melayani Padang-Mentawai, di antaranya Kapal Simasin yang dalam kondisi rusak baru-baru ini, dan kapal ambu-ambu serta ada empat unit lainnya yang umumnya terbuat dari bahan kayu.

Dengan adanya dua kapal cadangan yang mampu menampung penumpang sekitar 400-an orang, saat puncak arus mudik dan balik Lebaran nanti sehingga dapat masyarakat terlayani.

"Kita sudah berkoordinasi dengan pihak ASDP Cabang Padang, dan manajemennya sudah menyetujui untuk mengoperasikan kapal navigasi. Hal yang sama juga terhadap kapal perintis," katanya.

Dua unit kapal perintis selama ini rutenya Mentawai, Nias, Anggano dan Bengkulu sesuai jadwalnya mobile di perairan barat Sumatra.

Kendati demikian, rutenya tidak ke semua pelabuhan kapal perintis merapat, misalnya di Kepulauan Mentawai hanya ke satu titik saja.

Jumlah kapal perintis dua unit dan diharapkan satu nanti dapat membantu melayani penumpang saat lonjakan masyarakat di Kepulauan Mentawai pada arus mudik dan balik pada Lebaran nanti.

Menurut dia lagi, mencadangkan kapal yang daya tampung memadai itu, tentu mempertimbangkan kondisi cuaca karena sewaktu-waktu gelombang tinggi, jika mengandalkan kapal kayu cukup berisiko juga terhadap angkutan penumpang.

Dalam kesempatan itu, Mudrika menyebutkan, Sumbar mendapatkan bantuan satu unit kapal angkutan penumpang dari pemerintah pusat dan saat ini dalam proses pengerjaan di Jakarta.

Kapal yang kapasitas 500 dwt atau bobotnya, ke depan direncanakan untuk melayani angkutan penumpang rute Padang-Mentawai dan diharapkan pada tahun depan sudah dapat beroperasi.

Menyinggung pelayanan penumpang mudik dan balik jalur udara, Dishub Sumbar belum mendapat laporan berapa penambahan penerbangan pada Lebaran nanti.

"Biasanya laporan penerbangan tambahan itu, maskapai yang melaporkan dan hingga belum ada. Menjelang arus mudik akan digelar rapat koordinasi," ujarnya.

(KR-SA/035)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga