Rabu, 1 Oktober 2014

Persebaya vs QPR diwarnai insiden lampu padam

Selasa, 24 Juli 2012 06:17 WIB | 7.461 Views
....Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini."
Surabaya (ANTARA News) - Laga uji coba persahabatan antara Persebaya melawan "Queen Park Rangers" (QPR) diwarnai insiden lampu padam di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (23/7) malam.

Terhitung selama empat kali lampu di area stadion itu mati. Satu kali saat pertandingan belum selesai, dua kali ketika kedua tim melakukan pemanasan, serta sekali ketika pertandingan berlangsung.

"Ini di luar dugaan dan kami akan mencari penyebabnya. Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini," ujar Kepala Kepala Media PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Abi Hasantoso kepada wartawan seusai pertandingan.

Ia mengakui insiden tersebut di luar dugaan panitia pelaksana. Sebagaimana pertandingan yang biasa dilaksanakan LPIS, pihaknya memang memindahkan listrik dari PLN ke genset.

Alasannya, lebih aman dan nyaman untuk mengetahui sumber pemadaman. Apalagi, lanjut dia, pertandingan malam hari di Indonesia selalu menggunakan sistem genset.

Humas PLN Jawa Timur Andy Taufiq yang mengetahui insiden tersebut langsung mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut di luar tanggung jawab PLN, sebab sistem penerangan stadion menggunakan genset.

"Kami informasikan bahwa listrik Stadion Gelora Bung Tomo yang tadi mati karena menggunakan genset stadion sendiri. Sebab dari PLN tidak ada masalah," tulisnya dalam pesan singkat yang dikirim ke ponsel para wartawan.

Sementara itu, pelatih QPR Mark Hughes menyayangkan peristiwa tersebut. Namun pihaknya tidak mau mempermasalahkannya karena hasil pertandingan sangat enak ditonton, serta suntikan semangat penonton yang tiada henti memberikan dukungan.

"Stadion memang sangat besar dan kami bisa memakluminya. Apalagi fans Persebaya sangat luar biasa mampu memberikan daya tarik bagi kedua tim dalam bermain," tukasnya.

Begitu juga dengan CEO AirAsia di Indonesia, Darmadi. Menurut dia, insiden padamnya lampu tidak mempengaruhi permainan dan ia mengaku sangat puas dengan hasil akhir.

"Sangat luar biasa dan kami sangat bangga mendatangkan QPR di Surabaya," ujar dia.

Insiden padamnya lampu pertama kali terjadi beberapa jam sebelum pertadingan. Saat itu dilakukan peralihan dari PLN ke genset. Kemudian ketika tim QPR masuk melakukan pemanasan, lampu kembali padam. Namun pemandangan di stadion lebih menarik karena 30 ribu suporter menyalakan lampu ponsel hingga seperti ribuan kunang-kunang berterbangan.

Kejadian terulang ketika kedua tim melalukan pemanasan beberapa menit sebelum laga. Serta terakhir terjadi ketika pertandingan babak kedua berjalan 37 menit. Wasit terpaksa menghentikan pertandingan selama 10 menit hingga lampu kembali menyala. (ANT165/M026)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga