Stone Town (ANTARA News) - Menteri Prasarana dan Komunikasi Zanzibar, kepulauan semiotnomi, Senin (23/7), meletakkan jabatan setelah satu lagi kecelakaan feri maut dalam waktu kurang dari satu tahun.

Hamad Msoud Hamad, Menteri yang bertugas atas sektor angkutan dan menolak untuk mundur pekan lalu meskipun ada beberapa anggota parlemen menyerukan pengunduran dirinya, menjadi orang yang memikul tanggung jawab atas bencana tersebut.

Lebih dari 140 orang diduga telah tewas, termasuk 78 orang yang dikonfirmasi tewas dan lebih dari 60 penumpang hilang.

Pengunduran diri Hamad diumumkan oleh Sekretaris Kabinet Zanzibar Abdul Hamid Yahya Mzee pada Senin malam, demikian laporan Xinhua yang dikutip Antara di Jakarta, Selasa pagi.

Sebanyak 290 orang berada di kapal feri tersebut, termasuk sembilan anggota awak dan 31 anak-anak, ketika feri naas itu mengarungi Samudra Hindia pada Rabu sore (18/7).

Kapal feri tersebut, MV Skagit, terbalik dalam pelayaran menuju Zanzibar dari Dar es Salaam dengan membawa 290 penumpang.

Angin kencang diduga menjadi penyebab bencana itu, kata pihak berwenang.

Anggota dewan legislatif dan keluarga korban juga menyalahkan pemerintah karena lalai, terutama akibat kenyataan bahwa lebih dari satu kecelakaan feri maut terjadi hanya kurang dari satu tahun lalu.

Satu lagi kapal feri, MV Spice Islander, terbalik sekitar tengah malam di perairan di lepas pantai utara Zanzibar pada September tahun lalu, sehingga menewaskan lebih dari 200 penumpang, termasuk banyak anak-anak dan perempuran, akibat kapal tersebut kelebihan penumpang.
(ANT)