Jumat, 24 Oktober 2014

AS kutuk serangan mematikan di Irak

| 2.208 Views
id serangan di irak, amerika serikat, serangan mematikan di irak, juru bicara departemen luar negeri amerika, victoria nuland
Washington (ANTARA News) - Amerika Serikat, Senin, dengan keras mengutuk serangkaian serangan di seluruh Irak dalam dua hari belakangan, yang paling mematikan di negeri tersebut sejak penarikan tentara AS pada penghujung tahun lalu.

"Dijadikannya warga sipil sebagai sasaran selalu adalah tindakan pengecut. Itu terutama sangat tercela saat bulan suci Ramadhan," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland kepada wartawan dalam taklimat rutin.

Al Qaida diduga berada di belakang serangan yang melanda Baghdad, Kirkuk, dan kota besar lain pada Senin, sehingga menewaskan lebih dari 80 orang dan melukai lebih dari 200 orang lagi.

Dan lebih dari 100 orang tewas atau cedera dalam beberapa serangan di Irak sehari sebelumnya, tepat saat warga Irak melaksanakan puasa Ramadhan.

"Masalah ini adalah taktik mengerikan Al Qaida di Irak. Mereka, selama bulan Ramadhan ini, melancarkan upaya sia-sia untuk menyeru warga Sunni agar melawan pemerintah mereka, membunuh para hakim dan penyidik, dan, secara umum, melawan semua lembaga demokrasi ini," kata Nuland, sebagaimana dikutip Xinhua.

Ia menyatakan Washington terus memberi "dukungan keamanan yang memadai" bagi rakyat Irak berdasarkan permintaan mereka dalam masalah perlengkapan dan pelatihan, kendati tentara Amerika ditarik pada Desember tahun lalu, setelah bertahun-tahun perang bergelimang darah.

"Namun secara umum, posisi pemerintah Irak ialah mereka ingin memikul tanggung jawab atas keamanan mereka sendiri, mereka mengemban tugas dalam menangani semua kondisi ini," Nuland menambahkan.

Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney juga dengan keras mengutuk serangan tersebut, dan mengakui, "Tak diragukan bahwa Irak tetap menjadi tempat kerusuhan."

Ia juga membela keputusan Presiden Barack Obama untuk menarik tentara AS dari Irak.

(C003/A011)

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga