Sabtu, 1 November 2014

Petani bergairah seiring naiknya harga cengkih

| 3.856 Views
id komoditas cengkih, pala, fuli, harga naik, petani Maluku Utara
Petani bergairah seiring naiknya harga cengkih
Komoditas cengkeh. (FOTO ANTARA/JAFKHAIRI)
Harga biji pala yang sebelumnya Rp73.000 per kg, kini naik menjadi Rp84.000 per kg. harga fuli yang sebelumnya mencapai Rp120.000 per kg, sekarang naik menjadi Rp130.000 per kg.
Ternate (ANTARANews ) - Sejumlah petani pala dan cengkeh di Maluku Utara, mulai bergairah dalam beraktivitas seiring dengan naiknya harga sejumlah hasil bumi di pasaran Kota Ternate.

"Harga biji pala yang sebelumnya Rp73.000 per kg, kini naik menjadi Rp84.000 per kg. Kenaikan ini mengakibatkan pendapatan petani bertambah," kata petani pala di Ternate, Mahmud, Selasa.

Begitu pula, untuk harga fuli yang sebelumnya mencapai Rp120.000 per kg, sekarang naik menjadi Rp130.000 per kg. Naiknya harga biji pala dan fuli itu terjadi sejak satu pekan terakhir.

Karena itu, Mahmud berharap pihak terkait di daerah ini untuk segera melakukan langkah-langkah terkait agar harga komoditi perkebunan andalan Malut tersebut bisa tetap atau meningkat.

Sebelumnya, para pengusaha pengumpul pala dan hasil perkebunan lainnya di Malut selama ini disinyalir sering secara sengaja menurunkan harga pembelian dengan dalih permintaan dari luar Malut berkurang. Namun dalam sepekan terakhir mulai bergairah menyusul naiknya harga komoditas hasil bumi itu.

Salah seorang pengusaha pengumpul hasil perkebunan di Ternate, Mubin, mengatakan bahwa naiknya harga biji pala dan fuli tersebut, karena meningkatnya permintaan dari pasar.

Ia mengaku, harga komoditas lainnya di Malut juga mulai naik karena permintaan berbagai komoditas hasil bumi meningkat, terutama di Jawa dan Sulawesi.

Naiknya harga komoditas tersebut membuat sebagian petani perkebunan di Malut melepas komoditas hasil bumi perkebunannya. Saat ini petani menghadapi musim panen cengkih.

(KR-AF)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga