Rabu, 3 September 2014

Peneliti membuat ubur-ubur tiruan dari otot tikus

Selasa, 24 Juli 2012 13:21 WIB | 3.910 Views
Peneliti membuat ubur-ubur tiruan dari otot tikus
Para peneliti membuat medusoid dengan memetakan setiap sel dalam tubuh ubur-ubur bulan muda (Aurelia aurita) untuk memahami bagaimana mereka berenang. (www.wikipedia.org)
Jakarta (ANTARA News) - Perekayasa biologi membuat ubur-ubur tiruan menggunakan silikon dan sel otot dari jantung tikus.

Makhluk sintetis yang dijuluki medusoid itu terlihat seperti bunga dengan delapan kelopak dan ketika ditempatkan di medan listrik, ia berdenyut dan berenang seperti ubur-ubur hidup sebenarnya.

"Secara morfologis kami membuat ubur-ubur. Secara fungsional kami membuat ubur-ubur. Tapi secara genetik ini adalah tikus," kata Kit Parker, ahli biofisika di Universitas Harvard, Cambridge, Massachusetts, yang memimpin proyek tersebut.

Laboratorium Parker bekerja membuat model artifisial jaringan jantung manusia untuk regenerasi organ dan pengujian obat. Tim peneliti membuat medusoid untuk memahami "hukum dasar pemompaan otot."

Pembuatan mahluk sintetis itu bermula tahun 2007, saat Parker sedang mencari cara baru untuk mempelajari pemompaan otot mengunjungi New England Aquarium di Boston.

"Saya melihat ubur-ubur dan ini menghantam saya seperti halilintar. Saya pikir, saya tahu saya bisa membuat itu," katanya seperti dikutip laman jurnal ilmiah Nature.

Untuk membuatnya, Parker merekrut John Dabiri, perekayasa biologi yang mempelajari tenaga penggerak biologis di California Institute of Technology (Caltech), Pasadena, Amerika Serikat.

Dia juga melibatkan Janna Nawroth, doktor biologi lulusan Caltech. Nawroth memulai pembuatan medusoid dengan memetakan setiap sel dalam tubuh ubur-ubur bulan muda (Aurelia aurita) untuk memahami bagaimana mereka berenang.

Lonceng ubur-ubur bulan terdiri atas satu lapisan tunggal otot, dengan serat erat selaras mengitari cincin pusat dan punya delapan jari-jari.

Nawroth kemudian membuat struktur dengan sifat yang sama dengan lapisan tunggal dari otot jantung tikus menggunakan lembar berpola dari polydimethylsiloxane, polymer senyawa organosilikon yang umumnya disebut silikon.

Para peneliti sudah mengajukan paten untuk menggunakan desain mereka, atau sesuatu yang serupa, sebagai kerangka untuk pengujian obat.

"Anda punya obat jantung. Biar saya berikan ke ubur-ubur saya dan saya akan memberi tahu anda kalau itu bisa memperbaiki pemompaan," kata Parker.

(*)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca