Selasa, 21 Oktober 2014

Presiden Korea Selatan minta maaf atas skandal saudaranya

| 5.266 Views
id presiden korea selatan minta maaf, presiden minta maaf,
Presiden Korea Selatan minta maaf atas skandal saudaranya
Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak (kiri), saat menghadiri KTT ASEAN-Korsel, di Bali, Juli 2011. Presiden Susilo Yudhoyono bersalaman dengan dia dalam foto ini. Kesediaan Lee meminta maaf atas skandal suap saudara lelakinya menjadi contoh sikap kenegarawanan sejati seorang pemimpin bangsa serta tidak semata berlindung di balik jurus-jurus pencitraan. Skandal ini berpengaruh negatif terhadap partai politik yang mengusung Lee. (FOTO ANTARA/ Wahyu Putro A)
... Siapa yang harus disalahkan atas masalah ini? Ini semua adalah kesalahan saya, saya rela menerima teguran apapun...
Seoul (ANTARA News) - Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak, meminta maaf kepada seluruh rakyatnya atas tindakan yang dia katakan sebagai "tindakan buruk" yang dilakukan saudara lelakinya. Bahkan Lee membungkuk dalam-dalam kepada rakyatnya dalam siaran langsung televisi.

Permintaan maaf Lee tersebut dilontarkan dua pekan setelah saudara lelakinya ditahan dalam skandal suap dan juga menyeret beberapa pembantunya ke dalam penjara. Lee meminta maaf langsung ke publik melalui televisi nasional. 

Dalam siaran langsung itu, Lee sampai membungkuk dalam-dalam sambil meminta maaf pada rakyatnya dan mengatakan tidak ada yang patut disalahkan kecuali dirinya sendiri.

Kasus suap itu jadi pukulan bagi kredibilitas politik dari pemimpin yang telah bersumpah untuk membersihkan citra kepemimpinan Korea Selatan yang rawan terhadap korupsi.

"Saya menundukkan kepala dalam permintaan maaf kepada publik karena membuat publik khawatir akan masalah ini," ujar Lee.

"Siapa yang harus disalahkan atas masalah ini? Ini semua adalah kesalahan saya, saya rela menerima teguran apapun," katanya.

Saudara lelakinya, Lee Sang-deuk, mantan anggota parlemen , ditahan pada 11 Juli sepekan setelah kemunculannya ke hadapan jaksa untuk menjawab pertanyaan tentang dugaan suap dari sebuah bank pailit.

Skandal itu merupakan serentetan dari kasus pemberi pinjaman junior yang gagal, karena salah urus. Walhasil ribuan nasabah kelas pekerja kehilangan tabungan mereka yang mencapai 50 juta won atau 43.600 dolar Amerika Serikat dalam bentuk asuransi deposito.

Skandal itu juga berdampak terhadap beberapa pembantu dekat Lee dan sekutu politiknya, mempercepat pergantian rutin masa jabatan kepresidenan dalam tahap akhir dari masa jabatan lima tahun.

Lee direncanakan akan meninggalkan kantor pada Februari 2013.

Kontroversi dan pengakuan Lee atas kegagalan untuk mencegah pembantu dekatnya dan keluarga dari pebuatan yang menguntungkan diri sendiri, diperkirakan tidak berpengaruh terhadap pemilihan presiden dan pencalonan dari partai konservatif.

Park Geun-hye, saingan Lee dari Partai Perbatasan Baru telah menjauhkan dirinya dari calon petahana sejak kemenangan Lee pada pemilu pada 2007 dan tidak mungkin untuk menghadapi kritik atas kebijakan pemerintah yang berkuasa atau etika kegagalan, demikian kata analisis.

(I025)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca