Selasa, 2 September 2014

Badan PBB: situasi di Kongo timur mencemaskan

Selasa, 24 Juli 2012 15:14 WIB | 3.120 Views
Badan PBB: situasi di Kongo timur mencemaskan
Warga memindahkan harta benda mereka usai serangkaian ledakan yang menghancurkan sejumlah rumah dan gedung di wilayah Mpila, ibukota Brazzaville, Republik Kongo, Senin (5/3). Lebih dari 200 orang tewas terbunuh Senin kemarin ketika gudang senjata meledak di Brazzaville, menghancurkan wilayah sekitarnya, menurut keterangan pejabat medis dan lokal. (FOTO ANTARA/REUTERS/Jonny Hogg)
Kinshasa (ANTARA News) -Biro Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) sangat prihatin dengan konsekuensi pertempuran baru pada ribuan keluarga di bagian timur Republik Demokratik Kongo (DRC).

Dalam pernyataan pers, yang salinannya diperoleh Xinhua pada Senin, OCHA mengatakan bahwa pertempuran itu telah mempengaruhi kapasitas organisasi-organisasi kemanusiaan untuk memberikan bantuan kepada para korban.

Peristiwa dua pekan terakhir telah menelantarkan sejumlah orang yang tidak diketahui dan mengganggu kegiatan ekonomi mereka.

Pertempuran-pertempuran itu juga menyebabkan kejahatan lain seperti kekerasan seksual, perekrutan tentara anak serta kekerasan antarkomunitas.

"Pertempuran terakhir telah memburuk menjadi salah satu krisis kemanusiaan yang paling kompleks di dunia," tambah pernyataan itu.

"Saya mengimbau kepada semua pihak yang mengambil bagian dalam konflik untuk mengambil tindakan pencegahan, untuk mencegah cedera dan hilangnya nyawa penduduk sipil, serta serangan terhadap sasaran non-militer," kata Fidele Sarassoro, koordinator kemanusiaan untuk DR Kongo .

Sarassoro sama mendesak para mitra internasional untuk memberikan semua dukungan yang sesuai, sehingga badan-badan PBB dan LSM dapat terus mendistribusikan bantuan tersebut, meskipun kesulitan operasional.

Sejak April 2012, memburuknya situasi keamanan akibat pertempuran antara tentara nasional dan pemberontak M23 telah menyebabkan perpindahan setidaknya 220.000 orang di Provinsi North-Kivu.

Sebanyak 43.000 lainnya menyeberangi perbatasan ke Uganda dan Rwanda, demikian Xinhua melaporkan.

(H-AK/B002)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga