Selasa, 23 Desember 2014

Dirjen Pajak: sosialisasi PTKP butuh tiga bulan

| 4.778 Views
id sosialisasi pajak, peratutan pendapatan tidak kena pajak, dirjen pajak, fuad rahmany
Dirjen Pajak: sosialisasi PTKP butuh tiga bulan
Fuad Rahmany (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)
Bisa dua atau tiga bulan. Dari sekarang kami sudah menyiapkan diri dan telah memulai (sosialisasi),"
Jakarta (ANTARA News) - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany mengatakan sosialisasi peraturan pendapatan tidak kena pajak (PTKP) yang baru membutuhkan waktu selama tiga bulan.

"Bisa dua atau tiga bulan. Dari sekarang kami sudah menyiapkan diri dan telah memulai (sosialisasi)," ujarnya di Jakarta, Selasa.

Fuad mengatakan bahwa sosialisasi yang dimaksud adalah dengan memberikan penjelasan kepada perusahaan terkait dengan sistem pencatatan pajak yang baru dan menerbitkan buku sosialisasi terbaru peraturan pendapatan tidak kena pajak.

"Kami harus bikin buku sosialisasi terus menjelaskannya di perusahaan yang memotong pajak karyawannya. Mereka ada sistem itu harus mengubah semua dengan memasukkan angka Rp24 juta yang tadinya Rp15,8 juta," ujarnya.

Ia menjelaskan peraturan yang menaikkan batas pendapatan tidak kena pajak menjadi Rp24 juta per tahun tersebut dapat segera diberlakukan apabila proses konsultasi dengan DPR telah selesai.

Namun, dia tidak memberikan penegasan apakah peraturan itu dapat diberlakukan segera pada tahun pajak 2012 karena ada beberapa persoalan administrasi selain sosialisasi yang juga harus diselesaikan.

"Kami juga tidak tahu juga kapan baiknya. Ada yang minta segera, kalau kita segerakan ada risiko administrasi kacau meskipun bisa saja kalau mau cepat. Itu nanti keputusan di atas," kata Fuad.

Ia juga kembali menegaskan mengenai pentingnya penerapan peraturan itu karena masyarakat kecil yang memiliki penghasilan Rp2 juta per bulan tidak lagi terbebani dengan pajak.

"Masyarakat kecil biaya hidupnya sudah naik. Jadi, harus disesuaikan PTKP-nya. Sekarang Rp15,8 juta per tahun sudah dianggap tidak memadai karena biaya hidup sudah naik," ujarnya.

Fuad mengharapkan polemik mengenai berkurangnya penerimaan pajak karena penerapan peraturan itu tidak lagi dibahas lagi karena ini dilakukan demi kesejahteraan masyarakat kecil secara keseluruhan.

"Tidak usah bicara `tax loss`. Kita kan bicara lagi membela orang kecil, jangan kita bicara berapa kehilangan dari situ. Kita kan ingin meningkatkan daya beli dan kesejahteraan mereka. Masalah pajak bisa ditutup dari penerimaan yang lain," katanya.

(S034/D007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga