Jakarta (ANTARA News) - Mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Selasa sore melemah sebesar lima poin seiring memuncaknya kecemasan bahwa Spanyol akan terpaksa mencari "bailout" internasional.

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Selasa sore bergerak melemah lima poin menjadi Rp9.450 dibanding posisi sebelumnya senilai Rp9.445 per dolar AS.

"Yield obligasi pemerintah Spanyol melonjak ke rekor tertinggi sepanjang sejarah Euro, kondisi itu mendorong kecemasan bahwa Spanyol akan mencari "bailout" internasional," kata Pengamat pasar Monex Investindo Futures Johanes Ginting di Jakarta, Selasa.

Kondisi itu, lanjut dia, menekan nilai tukar euro terhadap dolar AS dan berdampak juga terhadap mata uang Indonesia.

"Memuncaknya kecemasan Eropa telah memperkuat `risk aversion`. Sebagian besar fokus pasar tertuju pada Spanyol yang diperkirakan akan memerlukan bantuan keuangan juga," katanya.

Ia menambahkan, kian kelamnya outlook Yunani juga menambah alasan bagi investor untuk melepas mata uang berisiko. Dikabarkan juga lembaga dana moneter internasional (IMF) tidak akan ambil bagian dalam menyuplai dana tambahan bagi Yunani.

"Krisis Eropa masih jauh dari selesai, membuat kecemasan terus membayangi pasar uang," ujarnya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Selasa (24/7) tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp9.488 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.493 per dolar AS.
(KR-ZMF/R010)