Sabtu, 2 Agustus 2014

Dekopin minta semua pihak merevitalisasi koperasi

Selasa, 24 Juli 2012 17:39 WIB | 1.545 Views
Jakarta (ANTARA News) - Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) meminta semua pihak untuk membangun komitmen yang kuat dan menyamakan persepsi dalam rangka merevitalisasi koperasi Indonesia.

"Revitalisasi koperasi itu bukan sekadar mengganti logo koperasi yang bisa dengan mudah dilakukan," kata Koordinator Majelis Pakar Dekopin, Teguh Boediyana, di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, untuk merevitalisasi gerakan koperasi perlu komitmen yang kuat dan persepsi yang sama dari seluruh pihak dari mulai gerakan koperasi, pemerintah, hingga masyarakat di Tanah Air.

Sampai sejauh ini, Teguh menilai kalangan elit di pemerintahan dan legislatif (DPR) masih memiliki perbedaan persepsi dalam memandang koperasi sehingga upaya membangun koperasi di Tanah Air menjadi semakin kompleks.

"Upaya membangun koperasi di Indonesia menjadi semakin kompleks karena belum adanya persamaan persepsi antara pemerintah dan DPR," katanya.

Koperasi yang genap berusia 65 tahun pada 12 Juli 2012, itu kata dia, memang sudah mulai dirintis langkah revitalisasinya namun menghadapi kendala yang kompleks dalam pelaksanaannya.

Menurut Teguh, untuk merevitalisasi gerakan koperasi Indonesia perlu dilakukan beberapa langkah mendasar meliputi membangun kesamaan persepsi dan komitmen dari para elit di pemerintahan dan legislatif tentang tentang peran koperasi agar dapat semakin dominan dalam perekonomian nasional.

"Ada kecenderungan terdapat ketidaksamaan persepsi dan pemahaman serta komitmen di kalangan pemegang otoritas dalam memerankan koperasi sebagai wujud demokrasi ekonomi," katanya.

Ia berpendapat, fenomena liberalisasi dan upaya mengejar angka pertumbuhan yang tinggi boleh jadi menjadi alasan yang mendorong pemerintah untuk lebih peduli pada usaha besar (corporate) dan cenderung menganaktirikan koperasi dan UKM.

Teguh juga menilai upaya pembangunan koperasi harus didasari mental yang baik dari jajaran gerakan koperasi.

"Mereka harus lebih meresapi ideologi koperasi dan menjadi loyalis sejati," katanya.

Anggota koperasi memiliki posisi sentral pada organisasi koperasi sehingga hanya dengan anggota yang loyal dan disiplin, serta pengelola yg jujur dan profesional yang mampu menjamin koperasi dapat maju.

Hal terpenting lainnya, kata Teguh, adalah harus ada keberanian gerakan koperasi untuk melakukan uji materiil pada UU yang tidak sesuai dan merugikan koperasi dan ukm.

"Jadi memang perlu langkah identifikasi, inventarisasi, dan telaah terhadap berbagai UU yang tidak sesuai dengan amanat UUD dan terkait dengan koperasi," demikian Teguh Boediyana.
(T.H016/S025)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga