Selasa, 30 September 2014

BPBD Padang: ratusan kepala keluarga mengungsi

Selasa, 24 Juli 2012 23:10 WIB | 4.550 Views
BPBD Padang: ratusan kepala keluarga mengungsi
ilustrasi Banjir Bandang Pasaman Warga berjalan di kawasan yang terkena banjir bandang, di Jorong Sawah Laweh, Nagari Simpang, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumbar. (FOTO ANTARA/Iggoy el Fitra) (
Hingga saat ini masih melakukan evakuasi disejumlah titik, dan ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi,"
Padang (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Sumatera Barat, menyatakan, akibat adanya terjangan air bah di beberapa titik, ratusan kepala keluarga terpakasa mengungsi.

Kepala BPBD Kota Padang Dedi Henidal di Padang, Selasa malam mengatakan, hingga saat ini ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang aman seperti masjid, dan juga tempat yang lebih tinggi.

"Hingga saat ini masih melakukan evakuasi disejumlah titik, dan ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi," kata Dedi.

Dia menambahkan, tujuh titik yang dilanda air bah tersebut diantaranya kawasan Limau Manis, Batu Busuk, Kampung Koto, Cengkeh, Padang Besi, Kalumbuk, dan Tunggul Hitam, dimana ketinggian air saat ini masih belum surut.

Proses evakuasi sendiri menurtut pihak BPBD Kota Padang dipusatkan di daerah yang mengalami bencana alam teroparah dari tujuh titik tersebut, yakni di kawasan Limau Manis, Rt04/Rw08, jalan Kampus Unand, Kecamatan Pauh.

Dikawasan tersebut, menurut BPBD Kota Padang, belum ada satupun kepala keluarga yang terisolir dapat di evakuasi, sebab ketinggian air tidak surut dari sejak kejadian sekitar pukul 18.30 WIB.

Sementara itu untuk kerugian BPBD Kota Padang hingga saat ini juga belum bisa memastikan kerugian yang diakibatkan air bah yang terjadi tersebut.

"Untuk kerugian belum bisa kita pastikan, namun memang ratusan kepala keluarga saat ini terpaksa mengungsi, dimana paling banyak ada di Gurun Laweh, sebanyak 86 kepala keluarga, selanjutnya banda gadang 50 kepala keluarga, dan daerah lainnya," jelasnya.

Dedi menambahkan, sementara untuk kawasan limau manis jumlah yang terisolir juga belum dapat dipastikan, sedangkan untuk warga hilang atau korban jiwa juga tidak dapat dipastikan, sebab belum ada data pasti.

"Hingga saat ini tidak ada laporan orang hilang, demikian juga dengan korban jiwa," tegasnya.
(ANT)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga