Sabtu, 25 Oktober 2014

Pembuat tahu di Blitar tak mampu bertahan

| 2.347 Views
id pembuatan tahu, pembuat tahu, kedelai, harga kedelai naik
Pembuat tahu di Blitar tak mampu bertahan
Tahu, makanan olahan dari kedelai
Jika seperti ini, kami khawatir, sudah tidak dapat bertahan lagi
Blitar (ANTARA News) - Sejumlah pembuat tahu di Blitar, Jawa Timur, menyiasati ukuran tahu produksinya, guna menekan biaya produksi seiring dengan tingginya harga bahan baku kedelai.

Harianto (58), salah seorang pembuat tahu asal Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Rabu mengaku ukuran tahu produksinya saat ini memang lebih kecil daripada sebelumnya. Ia terpaksa mengurangi sampai sekitar 1 cm.

"Biasanya, satu kali masak tahu bisa diiris menjadi 100 kotak, tapi untuk saat ini terpaksa dijadikan 80 kotak saja," katanya mengungkapkan.

Ia mengatakan, dampak dari strategi bisnisnya ini juga sudah mulai berimbas. Para pembeli sudah mulai mempertanyakan, mengapa ukuran tahu produksinya tidak seperti biasanya. Bahkan, omzetnya kini turun sekitar 50 persen.

Ia sebenarnya tidak ingin mengurangi takaran dari tahu yang dijualnya itu, namun kenaikan harga bahan baku kedelai sudah dirasakan sangat berat. Harga kedelai terus naik sejak dua pekan terakhir, hingga kini menyentuh harga Rp8.500 per kilogram.

Bahkan, harga kedelai lokal dengan impor saat ini sama. Harga juga terus meningkat, jika dibanding pada hari-hari sebelumnya yang hanya Rp7.000 per kilogram. Tingkat kenaikan juga relatif sangat tinggi, sampai Rp1.500 per kilogram.

Ia mengaku sangat resah dengan kenaikan harga itu. Untuk saat ini, ia terpaksa juga mengurangi jumlah pembelian kedelai. Jika biasanya, sehari membutuhkan sekitar 2 ton kedelai, saat ini ia mengurangi hanya 1,5 ton saja.

"Kami sangat resah dengan kenaikan harga ini. Setiap hari, harga selalu naik, padahal kami juga terus produksi. Jika seperti ini, kami khawatir, sudah tidak dapat bertahan lagi," ucapnya.

Jumlah pembuat tahu maupun tempe di Kota Blitar cukup banyak. Ada puluhan UMKM di Blitar yang bergerak di bidang produksi tahu dan kedelai tersebut, dimana salah satu sentranya ada di Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Sementara itu, Pemerintah Kota Blitar belum ada rencana untuk memberikan bantuan subsidi bagi para pembuat tahu dan kedelai. Namun, pemerintah telah menyedikan program kredit untuk pengembangan usaha.

"Kalau untuk subsidi, kami belum membicarakan," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kota Kediri Muh Sidik.
(ANT)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga