Jumat, 19 September 2014

Pemerintah diminta tingkatkan produksi kedelai nasional

Kamis, 26 Juli 2012 13:48 WIB | 1.944 Views
Pemerintah diminta tingkatkan produksi kedelai nasional
Panen Kedelai. Seorang petani memanen kedelai yang ditanam setahun sekali di ladangnya di Kecamatan Nglendah, Kulonprogo, Yogyakarta, Selasa (25/7).(FOTO ANTARA/Regina Safri)
Surabaya (ANTARA News) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur meminta pemerintah segera melakukan berbagai upaya meningkatkan produksi kedelai nasional karena potensi menanam komoditas tersebut di Tanah Air sangat besar.

"Apalagi, sampai sekarang Indonesia masih bisa memproduksi kedelai hingga ratusan ribu ton per tahun. Potensi ini yang harus ditingkatkan mengingat masa panen kedelai mencapai dua hingga tiga kali dalam satu tahun dan pada musim kemarau ini saat tepat menanam kedelai," kata Ketua Komite Tetap Pengendalian Impor Kadin Jatim, Judy Purwoko, di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, dengan meningkatkan produksi kedelai di penjuru Nusantara maka pada masa mendatang Indonesia berpeluang mengekspornya ke negara lain termasuk China sebagai konsumen kedelai terbesar di dunia.

"Sampai sekarang, China sangat memerlukan kedelai misalnya untuk makanan ternak sedangkan Indonesia sebagai bahan baku makanan baik tempe maupun tahu," ujarnya.

Langkah lain yang bisa ditempuh pemerintah, jelas dia, dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi petani untuk membuka lahan baru. Bahkan, menggairahkan petani lokal untuk menanam kedelai dengan pemberian kompensasi agar harga komoditas tersebut bisa setara bahan pokok lain.

"Meski bukan berupa penyaluran nominal tertentu, kami sarankan kompensasi itu berbentuk insentif. Kalau tidak, petani tentu malas menanam kedelai dan memilih tanaman lain yang lebih menguntungkannya," katanya.

Di samping itu, tambah dia, besarnya ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor bisa diatasi dengan memberi kelonggaran izin kepada para pengimpor kedelai untuk memasukkan barangnya ke Tanah Air walaupun jumlah permintaan mereka kecil.

"Pembebasan bea masuk kedelai impor juga kami percaya mampu mengatasi permasalahan ini. Kami yakin berbagai cara tersebut tidak akan membuat Indonesia terus bergantung terhadap kedelai impor Amerika maupun Amerika Latin seperti Argentina dan Brazilia," katanya.

Mengenai besarnya ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor, sebut dia, hal itu terjadi karena kebutuhan di dalam negeri lebih besar dibandingkan produksi kedelai nasional.

"Mau tak mau ketika produsen kedelai dunia mengalami permasalahan stok hingga bermuara pada kenaikan harga kedelai internasional 20 persen dibandingkan normal, Indonesia terkena imbasnya termasuk kelangkaan tempe dan tahu sekarang," katanya.

Padahal, lanjut dia, pasar perdagangan dalam negeri pernah mengalami permasalahan serupa pada tahun 2008. Bahkan, peristiwa tersebut juga tak lepas dari masalah penurunan stok kedelai impor dari sejumlah negara.

"Oleh karena itu, kini sudah saatnya Indonesia mewujudkan kemandirian pangan," katanya.
(ANT)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga