Seoul (ANTARA News) - Istri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un, yang diketahui bernama Ri Sol-ju, adalah bekas artis yang menarik perhatian pemimpin muda usia itu saat ia sedang tampil di depannya. Media Korea Selatan, Kamis, mengatakan itu setelah Pyongyang mengungkapkan pernikahan Kim muda. 

Media resmi di negara rahasia itu mengungkapkan, Rabu malam, bahwa wanita muda modis yang tertangkap kamera sedang menemani Kim bulan ini adalah istrinya, Ri Sol-Ju.

Media itu tidak memberikan rincian tentang dia dan tidak menyebutkan kapan mereka menikah, namun para analis mengatakan fakta itu semata-mata pasangan tersebut ditunjukkan kepada publik untuk menandai awal baru dari kepemimpinan dinasti negara itu.

Informasi mengenai Kim menarik perhatian dunia sejak ia mengambil alih pimpinan atas negara miskin namun bersenjata nukir itu setelah ayahnya Kim Jong-il meninggal secara tiba-tiba Desember lalu.

Ia diyakini berusia 20-an akhir, namun bahkan usia pastinya tidak diketahui di luar Korea Utara.

Kelompok Krisis Internasional think-thank mengatakan dalam laporannya minggu ini, Jong-un muncul untuk sepenuhnya bertanggungjawab terhadap bangsanya, meskipun ada spekulasi ia harus mengandalkan penasihat dekatnya karena usianya yang masih muda dan belum berpengalaman.

Namun laporan tersebut menyebutkan bahwa tidak ada yang menyarankan ia akan mengambil tindakan untuk meningkatkan nasib bangsanya di tengah kekurangan pangan yang parah, atau mengurangi friksi wilayah atas program nuklir dan rudal Korea Utara.

Kepada publik, Jong-un telah menunjukkan citra diri yang santai dan percara diri dalam upaya nyata menegaskan kesiapannya untuk memerintah.

Berbeda dengan almarhum ayahnya, ia telah mengembangkan gaya ramah dan informal seperti memeluk prajurit, berpose dalam foto dengan pasukan, dan menggandeng perempuan.

Baik ayahnya maupun kakeknya Kim Il-sung pernah terlihat bersama istri-istri mereka pada acara-acara publik.

Namun pengungkapan pernikahan Jong-un adalah bagian dari untuk menunjukkan bahwa ia bukan anak-anak, kata Chang Yong-Suk dari Lembaga Studi Perdamaian dan Unifikasi Universitas Nasional Seoul.

"Jika ia bepergian sendiri saja, orang akan memandang rendah dirinya sebagai anak muda, namun jika bersama istrinya, ia bisa menunjukkan bahwa ia adalah kepala keluarga dan juga seorang dewasa," kata Chang kepada AFP.

Laporan-laporan media Korea Selatan secara umum sepakat wanita berambuk pendek dan murah senyum berusia dua puluhan, adalah mantan penyanyi yang dilatih menjadi permaisuri Kim Jong-un.

Kantor Berita Yonhap mengatakan ia bisa dilihat sedang menyanyi pada rekaman video penampilannya yang dirilis oleh pemerintah Korea Utara pada Februari tahun lalu. Ri telah mengambil kursus enam bulan untuk menjalani tugas-tugas sebagai ibu negara, kata kantor berita tersebut.

Koran Chosun Ilbo mengatakan Ri aktif di Orkestra Unhasu Korea Utara sampai tahun lalu dan telah tampil untuk Jong-Un dan ayahnya pada Malam Tahun Baru 2010.

"Ada kemungkinan Jong-Un memilih ia sebagai istrinya melihat ia di gedung konser," koran tersebut mengutip perkataan seorang sumber.

Sumber lainnya mengatakan kepada koran tersebut bahwa setelah menikah Ri menjalani kursus enam bulan tentang tugas-tugas ibu negara di Universitas kim Il-Sung, lembaga akademis paling prestisius di negara tersebut.

JoongAng Ilbo juga menggambarkan Ri sebagai seorang mantan penyanyi yang datang kepada penasihat Kim selama penampilannya. Disebutkan bahwa ayah Jong-Un telah memilihnya sebagai ibu negara saat ia sedang bekerja pada rencana suksesinya.

Lulusan Universitas Kim Il-Sung itu berasal dari provinsi yang terletak di Timur Laut Hamkyong Utara yang ayahnya adalah seorang akademisi dan ibunya seorang dokter, kata koran tersebut.

Doong-A Ilbo memberikan rincian serupa tentang latar belakangnya dan mengatakan pasangan tersebut menikah pada 2009.

Amerika Serikat mengambil kesempatan tersebut untuk menegaskan kembali kekhawatiran tentang nasib warga Korea Utara di bawah dinasti keluarga Kim.

"Kami akan selalu mendoakan semua pengantin baru ketika mereka memulainya," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland, sambil bercanda ia mengatakan bahwa Amerika Serikat belum diundang pada pernikahan itu.

"Tapi jelas keprihatinan kami yang utama dan terutama adalah untuk warga Korea Utara, dan kami berharap kondisi mereka akan membaik."

(C005)