Rabu, 30 Juli 2014

Komik Indonesia mulai diminati pasar luar negeri

Kamis, 26 Juli 2012 16:52 WIB | 2.751 Views
Komik Indonesia mulai diminati pasar luar negeri
Dokumen foto kegiatan workshops para komikus muda. (papillonstudio.org/blog/)
Semarang (ANTARA News) - Burhan Arif, komikus dari Semarang, Jawa Tengah, menilai bahwa produk industri kreatif komik, termasuk karyanya, mulai diminati pasar internasional, seperti kawasan Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

"Kami lebih banyak mendapat pesanan komik dari luar negeri, seperti Amerika, Hongkong, Australia, Afrika Selatan dan Yunani," ujar pemilik Studio Komik Papillon di Semarang itu, Kamis.

Menurut dia, pasar luar negeri lebih dapat memberikan apresiasi yang tinggi dibandingkan pasar lokal dan produk yang bernilai karya seni bisa dibayar dengan nilai yang tinggi di mancanegara.

"Untuk setiap proyek pembuatan komik, seperti tahap ilustrasi sampai pewarnaan digital, kami bisa mematok tarif sampai 1.500 dolar AS," katanya.

Biaya senilai itu, kata dia, juga tergantung dari tingkat kerumitan dan detail gambar komik itu sendiri.

"Kalau untuk tahap pewarnaan digital saja biasanya kami mematok tarif sampai 200 dolar AS untuk segmentasi pasar luar negeri," ujarnya.

Ia menyatakan,  studio komik miliknya dapat menghasilkan omzet sampai Rp20 juta per bulan dari pendapatan mengerjakan proyek pesanan komik dari luar negeri.

Untuk pasar komik di dalam negeri, kata dia, tidak bisa berharap banyak untuk mendapatkan keuntungan finansial.

"Masyarakat di Indonesia belum bisa mengapresiasi karya komikus dalam negeri, sehingga kami tidak bisa menjual produk kami dengan harga pantas," katanya.

Kendati demikian, Burhan menilai pula bahwa banyak komikus Indonesia yang tetap eksis hingga kini, walaupun tidak dikenal oleh masyarakat Indonesia.

"Mereka bertahan hidup dengan mengandalkan pesanan dari luar negeri. Komik-komik hasil coretan komikus lokal malah sering menghiasi etalase buku di negeri asing," ujarnya.

Seniman buku komik "Boneka Kematian" dan serial komik "Pangeran Diponegoro" dan "Minx" tersebut menyatakan bahwa sudah cukup senang jika karya mereka dikenal masyarakat lokal, walaupun belum sampai tahap apresiasi secara finansial.
(U.KR-WSN/M008)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga