Selasa, 30 September 2014

Seni pertunjukan mampu lahirkan wacana

Kamis, 26 Juli 2012 19:31 WIB | 1.711 Views
"Seniman sebagai pelaku seni kini dihadapkan pada berbagai persoalan karena seni tidak hanya menyangkut olah rasa, namun merambah ke persoalan logika dalam merespon dunia sekitarnya,"
Denpasar (ANTARA News) - Seni pertunjukan dalam berbagai perkembangannya mampu melahirkan berbagai wacana dalam kehidupan.

"Seniman sebagai pelaku seni kini dihadapkan pada berbagai persoalan karena seni tidak hanya menyangkut olah rasa, namun merambah ke persoalan logika dalam merespon dunia sekitarnya," kata Pembantu Rektor II Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Dr I Gede Arya Sugiartha,di Denpasar, Kamis.

Menurut dia, ilmu pengetahuan terus berkembang dengan munculnya filsafat modern sebagai karya intelektual yang cemerlang dewasa ini, sehingga banyak seniman berbakat mulai mempertanyakan arti seni dan sejauh mana seni mampu memberi kontribusi pada seniman.

Sebelumnya, seniman yang mampu mengekspresikan rasa estetis lewat karya sudah dianggap cukup membuat mereka puas dan berbesar hati.

Bahkan sangat jjarang terlintas dalam benaknya mengharapkan penghargaan material, terutama bagi seniman tradisional yang terhegemoni oleh kepentingan-kepentingan kekuasaan dalam kemasan sosial dan religius.

Arya Sugiartha menjelaskan, tanpa disadari hegemoni seperti itu menjadikan seniman hanya memberi tak harap kembali. Namun sebagai manusia biasa, seniman tidak selamanya mampu meniru fitrah Sang Surya dalam menyinari dunia, karena seniman memerlukan energi untuk menunjang kualitas hidupnya.

Sadar akan situasi demikian, seniman mulai mencari peluang agar dapat menjadikan seni sebagai penopang hidupnya. Kondisi itu melahirkan paradigma baru, yakni profesionalisme dalam berkesenian.

Arya Sugiartha menambahkan, seniman seniman dapat dikatakan professional jika memiliki kemampuan artistik (terampil), disiplin, mampu mengenali diri sendiri, memiliki integritas, dan dapat menjadikan keahliannya sebagai sumber penghidupan.

Keterampilan dan berintegritas adalah kecerdasan bakat (kognitif) serta minat, sikap, dan kualitas temperamental (non-kognitif). Kemampuan kreatif ditandai oleh lima hal meliputi kelancaran, keluwesan, keaslian, penguraian dan perumusan.

"Seniman kreatif selalu memiliki banyak gagasan, sigap, serta mampu menggunakan berbagai pendekatan dalam mengatasi persoalan penciptaan seni. Gagasan itu bersifat original yang mampu menguraikan secara rinci berdasarkan perspektif dan cara pandang yang berbeda dengan cara-cara yang lazim," ujar Arya Sugiartha.
(I006/M038)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga