Kuala Lumpur (ANTARA News) - Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur meminta manajemen Western Digital di Malaysia menindak tegas oknum perusahaan yang tidak memperlakukan para TKI sesuai standar keamanan dan kenyamanan dalam bekerja.

"Kami minta keamanan dan kenyamanan tempat tinggal para TKI yang bekerja di perusahaan tersebut diperhatikan," kata Kepala Bidang Penerangan Sosial, Budaya KBRI Kuala Lumpur Suryana Sastradiredja seusai melakukan pertemuan dengan manajemen Western Digital (WD) di Kuala Lumpur, Kamis.

Dalam pertemuan tersebut, kata Suryana, banyak yang dibicarakan mulai dari masalah asuransi, kecelakaan dalam bekerja hingga pada kasus pelecehan terhadap para TKI.

Ditekankannya bahwa isu-isu tersebut harus segera ditangani sebab jika dibiarkan tidak saja bisa menimbulkan masalah kepada WD, tapi berpengaruh pada hubungan baik dua negara antara Indonesia dan Malaysia, bahkan juga dengan pihak Amerika Serikat, selaku negara asal perusahaan tersebut.

Namun demikian, dari hasil pertemuan tersebut pihak WD menunjukkan keseriusannya untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan standar perusahaan secara keseluruhan terutama terkait dengan hak dan kewajibannya kepada para pekerjanya.

Suryana meminta pihak WD melakukan tindakan tegas terhadap siapa pun pihak yang telah melakukan pelanggaran baik oknum manajemen maupun TKI.

"Kami minta WD melakukan tindakan tegas sekalipun itu kepada pihak manajement perusahaan apabila memang mereka melakukan kekeliruan. Begitupula kepada TKI, bila sekiranya memberikan laporan yang tidak benar, maka silakan saja mereka dipulangkan," ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut telah terjadi kesepakatan untuk membina hubungan komunikasi yang lebih intens antara pihak KBRI dengan WD. "Kita sepakat meningkatkan komunikasi dengan melakukan pertemuan dalam dua pekan sekali," kata Suryana.

Sementara itu, pihak WD yang dipimpin oleh Vice Presiden Asia Human Resources, Michael Meston mengaku senang bisa berdiskusi dengan pihak KBRI KL dan memastikan bahwa para TKI yang bekerja di perusahaan tersebut mendapatkan tempat tinggal yang sudah memenuhi keamanan standar.

"Tentu saja, kami juga akan memastikan bahwa mereka (TKI) memiliki tempat yang aman," ungkapnya.

Menurut dia, WD tentulah sangat bertanggung jawab atas pekerjanya dan setiap masalah terkait pekerja akan diselidiki dan ditangani sesuai prosedur perusahaan.

Ia mengaku sangat menyukai kinerja para pekerja Indonesia. Oleh karenanya dia berjanji akan menyediakan lingkungan kerja yang nyaman, upah yang cukup, perumahan yang memadai dan membuka peluang untuk bersosialisasi sehingga mereka tidak hanya sekedar bekerja saja.

Oleh karenanya, pihak WD juga akan bekerja sama dengan pihak kepolisian Malaysia untuk memastikan bahwa tempat tinggal mereka sudah memenuhi standar keamanan.

Jumlah pekerja di perusahaan tersebut mencapai ribuan orang yang sebagian besarnya berasal dari Indonesia.

(N004)