Sabtu, 25 Oktober 2014

Mendekatkan wayang pada kaum sosialita

| 3.887 Views
id Wayang Hip Hop, butet kertaradjasa, wayang hip hop di bazaar art jakarta, Ki Catur "Benyek" Kuncoro
Mendekatkan wayang pada kaum sosialita
Dalang Ki Catur Kuncoro mementaskan wayang kontemporer, Wayang Hiphop pada pembukaan Bazaar Art Jakarta dan Casa by Bravacasa di Ballroom Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta, Kamis (26/7). (FOTO ANTARA/Teresia May)
Di Jogja banyak sekali kelompok musik hip-hop yang akhir-akhir ini menggarap lagu dengan lirik jawa. Dari situ lah saya kepikiran mengapa wayang engga."
Jakarta (ANTARA News) - Wayang Hip-Hop yang didalangi Catur berhasil menghibur puluhan pengunjung "Opening Party Bazaar Art Jakarta" di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis malam.

Pengunjung yang sebagian besar para sosialita itu tak mampu menahan tawa saat melihat wayang Lady Gaga bernyanyi untuk Arjuna atau Justin Bieber yang menghibur Banowati. Begitu juga dengan kehadiran wayang Petruk, Gareng, Bagong yang penuh jenaka.

"Keinginannya memang supaya kaum sosialita mengetahui tentang wayang," kata Catur yang ditemui usai pertunjukan.

Dalam pertunjukan yang berlangsung 30 menit itu, beberapa tokoh wayang seperti Banowati mengenakan gaun seksi. Begitu juga dengan trio Gareng, Petruk, dan Bagong yang mengenakan kostum ala anak muda saat ini.

"Beberapa tokoh mahabharata tadi mengenakan kostum modern. Ceritanya Arjuna (yang tampil layaknya wayang konvensional) sedang bermimpi, ia ternyata sudah berbeda dunia dengan Banowati," jelas Catur yang tampil mengenakan setelan baju dalang, kacamata hitam dan sepatu kets.

Sementara itu, keempat personel grup hip-hop yang terdiri dari dua rapper, vokalis, seorang sinden dan DJ mengiringi jalannya pertunjukan baik lewat lagu lirik jawa maupun lagu masa kini. Terkadang mereka juga berdialog penuh jenaka dengan sang dalang.

Wayang Hip-Hop adalah salah satu grup wayang modern yang selama dua tahun konsisten untuk mengembangkan kesenian budaya wayang, dengan menggabungkan wayang lewat bahasa campuran Indonesia-Jawa sederhana serta dikemas secara jenaka.

Catur yang mendirikan Wayang Hip-Hop pada 10 Juni 2010 terinspirasi dengan berkembangnya grup musik hip-hop yang menggunakan lirik jawa.

"Di Jogja banyak sekali kelompok musik hip-hop yang akhir-akhir ini menggarap lagu dengan lirik jawa. Dari situ lah saya kepikiran mengapa wayang engga," kata Catur.

Dampaknya, banyak anak-anak muda dan berbagai kalangan menjadi tertarik dengan wayang. Meskipun ada beberapa yang masih kontra dengan pertunjukan Wayang Hip-Hop yang dikemas secara modern itu.

"Kontra pasti ada. Mungkin bisa dikatakan diterima di kalangan anak muda. Saya pikir tidak masalah kalau ada kontra, saya tidak akan merusak wayang. Tetapi yang saya pikirkan bagaimana wayang pada 25 tahun yang akan datang," kata Catur yang dijuluki Ki Catur "Benyek" Kuncoro itu.

Pada kesempatan yang sama, Butet Kertaradjasa mengatakan bahwa Wayang Hip-Hop merupakan suatu usaha untuk lebih mendekatkan wayang dengan manusia masa kini.

"Itu sebagai pintu pembuka supaya orang menyenangi wayang dan ingin tahu lebih jauh. Lama-lama pasti orang akan menyukai (wayang) aslinya. Itu kan pintu masuk, normalnya orang kalau sudah mengenal akan ingin tahu lebih jauh," jelas Butet. (M047)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga