Selasa, 21 Oktober 2014

KKP bangun `coldstorage` kapasitas 20 ribu ton

| 1.747 Views
id KKP, kementerian kelautan dan perikanan, coldstorage, indonesia timur, Saut P. Hutagalung
KKP bangun `coldstorage` kapasitas 20 ribu ton
Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Saut Hutagalung (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)
'coldstorage' yang ada sekarang hanya dapat menampung sekitar 5 ribu ton produksi ikan
Pekanbaru (ANTARA News) - Kementerian Kelautan dan Perikanan membangun `coldstorage` berkapasitas terpasang hingga 20 ribu ton, untuk menampung berbagai hasil produksi perikanan yang diambil dari daerah sentra produksi.

"Keberadaan `coldstorage` baru tersebut penting karena 'coldstorage' yang ada sekarang hanya dapat menampung sekitar 5 ribu ton produksi ikan saja," kata Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Saut P. Hutagalung, dalam surat elektroniknya, Jumat.

Menurut dia, keberadaan `coldstorage` baru itu nantinya juga bisa menampung berbagai hasil produksi perikanan yang diambil dari daerah sentra produksi seperti yang terdapat di kawasan perairan Indonesia bagian timur.

Sehingga bisa disalurkan ke Hub utama industri seperti di Jakarta, Bitung, serta berbagai daerah yang membutuhkan bila saat paceklik tiba.

Sementara ini, lokasi untuk hub sentra produksi perikanan masih belum ditentukan secara pasti.

"Tetapi, ada kemungkinan di bangun di wilayah timur Indonesia seperti di Ambon, Sorong, atau Ternate," kata Saut.

Terkait dengan persoalan distribusi, Saut berpendapat bahwa kerja sama antar daerah terus diperkuat untuk mewujudkan Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) yang terintegrasi.

Ia mencontohkan, salah satu contoh daerah yang mulai menerapkan sistem SLIN, yakni Provinsi Jawa Timur yang telah bekerja sama antara lain dengan Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

"Kerja sama itu dapat berdampak untuk mendatangkan produksi ikan dari daerah Maluku ke Jawa Timur," katanya.

Adapun sumber pembiayaan dalam pembangunan berbagai infrastruktur SLIN, ia mengemukakan bahwa dalam hal ini sangat dibutuhkan peran dari pihak swasta terutama dalam kaitannya dengan investasi untuk pembangunan fisik sistem logistik tersebut.

"Untuk SLIN diakui pemerintah belum punya cukup dana, atas dasar itu pemerintah membuka peluang investasi seluas-luasnya bagi swasta," katanya.

Disamping memperkuat SLIN, KKP terus berupaya mengembangkan industri pengolahan perikanan dalam negeri yang berdaya saing tinggi, sehingga dapat memberikan nilai tambah serta berdaya saing tinggi bagi industri perikanan domestik.

"Tercatat Unit Pengolahan Ikan (UPI) seperti unit pengalengan ikan utilitasnya naik meningkat sekitar 15 persen pada Oktober tahun lalu, namun untuk tahun ini terdapat sekitar 100 persen peningkatan termasuk di utilitas pemindangan," ungkap Saut.

Ia juga menjelaskan, untuk UPI yang skala besar untuk ekspor berjumlah sekitar 500 unit, sedangkan UPI yang kecil merupakan sektor UMKM dan tradisional berjumlah 60 ribu tersebar di berbagai daerah. seperti pemindangan,ikan asin, ikan asap, dan kerupuk ikan.

Sementara itu, Direktur Pengolahan Hasil Perikanan KKP Santoso mengatakan, bila SLIN berhasil diimplementasikan maka akan membuat distribusi produksi sektor kelautan dan perikanan menjadi jauh lebih lancar karena telah ada kepastian akan terserapnya produksi ikan dari nelayan.

Sehingga terdapat tempat penyimpanan stok perikanan yang dapat disalurkan pada saat musim paceklik. (F011)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga