Jumat, 31 Oktober 2014

Kuba ajak AS berunding

| 1.991 Views
id kuba, amerika serikat, raul castro, arab spring, fidel castro
Kuba ajak AS berunding
Presiden Kuba Raul Castro (FOTO ANTARA/REUTERS)
kita akan hadir bersama mereka dalam satu meja perundingan
Havana (ANTARA News) - Pemerintah komunis Kuba memperingati ulang tahun ke-59 sejak melancarkan revolusi yang membawanya berkuasa, menggunakan kesempatan itu mengusulkan perundingan dengan Amerika Serikat musuhnya.

Presiden Raul Castro, dalam pernyataan tanpa dipersiapkan menjelang peringatan itu juga mengecam kelompok-kelompok oposisi yang ia samakan dengan pemberontak-pemberontak Libya dan Suriah dalam pemberontakan Arab (Arab Spring).

Dalam pernyataannya yang dirilis AFP, Raul Castro mengusulkan pertemuan dengan para pemimpin AS untuk membicarakan masalah yang ada dengan pemerintah atau negaranya.

"Hari apapun yang mereka (AS) inginkan, kita akan hadir bersama mereka dalam satu meja perundingan," kata presiden Kuba yang mengenakan seragam militer itu.

Tetapi ia menegaskan perundingan itu akan dilakukan berdasarkan kesetaraan, kita juga akan juga membicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan Amerika Serikat."

AS tetap mempertahankan embargo ekonomi lima dasa warsa terhadap Kuba.

Asisten Menlu AS Mike Hammer mengatakan kendatipun AS ingin berunding dengan Kuba, pihak berwenang negara komunis itu terlebih dulu hrus menjamin hak rakyat mereka.

"Pemerintah ini telah berulang-ulang menyatakan bahwa pemerintah AS terbuka untuk menjalin hubungan baru dengan Kuba, tetapi pemerintah Raul harus mulai dengan memberikan izin rakyat Kuba melaksanakan hak asasi manusia mereka dan menentukan masa depan mereka," kata Hammer dalam jumpa wartawan.

Ia juga mengecam atas penahanan para pembangkang selama pemakaman Paya.

Washington menuntut "penyelidikan penuh dan transparan" atas kematian Paya, yang menurut pihak berwenang Kuba akibat kecelakaan mobil.

Paya, seorang insinyur dan pendukung Katolik Roma, adalah salah seorang dari para pembangkang pertama terhadap pemerintah Castro. Ia meraih hadiah Sakharov bagi hak asasi manusia dari parlemen Eropa tahun 2002.

Pihak berwenang Kuba mengatakan pria berusia 60 tahun itu tewas ketika mobil yang disewanya ke luar dari jalan dan menghantam satu pohon. Seorang pembangkang Kuba lainnya dalam di mobil itu juga tewas, tetapi dua penumpang lainnya -- aktivis politik dari Spanyol dan Swedia hanya menderita luka ringan.

Kedua warga Eropa itu ditahan dan tidak memberikan komentar kepada publik mengenai kecelakaan itu.

Raul sementara mengecam apa yang ia katakan kelompok-kelompok kecil pembangkang yang ingin "menciptakan kembali di Kuba kejadian-kejadian di Libya dan Suriah."

Pemimpin Libya Muamer Gaddafi yang lama berkuasa digulingkan tahun lalu oleh pemberontak dengan dukungan NATO, dan Presiden Suriah Bashar al-Assad sedang melakukan tindakan berdarah terhadap pemberontak, dengan AS dan negara-negara Barat lainnya menuntut dia mundur.

Tanggal 26 Juli adalah ulang tahun serangan tahun 1953 yang Fidel Castro dan para pendukungnya menyerang dua barak militer. Kendatipun serangan-serangan pertama ini tidak berhasil, mereka menganggap itu adalah awal dari prrjuangan bersenjata yang akhirnya menghasilkan Fidel Castro merebut kekuasaan pada 1 Januari 1959.

Raul Castro adiknya mengambil alih kekuasaan sebagai kepala negara itu tahun 2006.
(H-RN)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga