Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan berencana menemui tiga pihak yang terkait dalam penggunaan dan produksi tanaman kedelai di Indonesia.

"Dalam waktu dekat saya akan bertemu dengan para pedagang kedelai atau tempe, kemudian akan bertemu petani kedelai dalam negeri dan tentunya juga para ahli peneliti pertanian," kata Gita seusai rapat terbatas di Kementerian Perindustrian di Jakarta, Jumat.

Menurut Gita, pihaknya akan menemui pedagang kedelai dan perajin produk kedelai untuk membahas persediaan bahan baku di dalam negeri, baik yang berasal dari impor maupun dari dalam negeri.

Dia mengaku, jika persediaan kedelai tidak mencukupi maka Kemendag akan memberikan kesempatan kepada sejumlah asosiasi, koperasi dan pihak terkait produk turunan kedelai untuk melakukan importasi bahan baku secara mandiri.

Kemudian pertemuan dengan petani kedelai, menurut Mendag, berguna untuk mendorong produksi kedelai lokal disaat harga melambung tinggi.

"Pertemuan dengan petani adalah untuk berupaya bagaimana disaat harga lagi tinggi dan merupakan momen yang bagus bagi mereka dalam meningkatkan produksi dan produktivitas kedelai," tambah Gita.

Selain itu, pertemuan dengan peneliti bidang tanaman dan pertanian, menurut Menteri berguna untuk mencari teknologi yang bisa diaplikasikan demi kepentingan petani meningkatkan produksi kedelai.

Sementara itu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan penyebab naiknya harga kedelai berasal dari kondisi di negara pengimpor Amerika Serikat yang mengalami anomali cuaca.

Presiden mengatakan sejumlah negara pengimpor kedelai selain Indonesia juga mengalami penurunan pasokan dari luar negeri.

"Utamanya di AS yang mengalami kekeringan panjang dan menjadi kekeringan terburuk dalam 50 tahun, sehingga akhirnya memukul produksi dan beberapa negara yang mengimpor kedelai juga ikut terpukul," kata Presiden.

Guna membantu konsumen kedelai untuk mendapat harga yang sedikit lebih murah, Presiden mengatakan pemerintah telah membebaskan bea masuk impor kedelai dari sebelumnya 5 persen menjadi 0 persen.

Dia mengaku pemerintah tidak mungkin bisa mencegah kenaikan harga kedelai impor.

Presiden mengimbau jika pembebasan bea masuk telah diberlakukan maka diharapkan importir kedelai dan perajin produk turunannya dapat menyesuaikan harga secara sepadan dengan upaya tersebut.

Presiden menegaskan jika terdapat importir kedelai yang menyalahi aturan seperti menimbun kedelai untuk menaikan harga, pemerintah tidak akan segan memberikan sanksi hukum yang sesuai.

Indonesia memproduksi kedelai per tahunnya sekitar 800 ribu ton, sedangkan kebutuhan kedelai sebesar 2,5 juta ton per tahun sehingga Indonesia masih mengimpor sebesar 1,5 - 1,8 juta ton per tahun.

SBY bertekad sebagai upaya jangka panjang dalam mengendalikan harga kedelai, pemerintah akan meningkatkan produksi dalam negeri lebih besar lagi.

(B019/C004)