Sabtu, 1 November 2014

Tujuh industri jadi perhatian pemerintah

| 2.356 Views
id industri baja, industri manufaktur, presiden SBY,
Tujuh industri jadi perhatian pemerintah
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (ANTARA)
Penting mengembangkan industri perkapalan sebab masa depan Indonesia ketika ekonomi di seluruh negeri tumbuh maka akar logistik kita akan efisien
Jakarta (ANTARA News) - Industri manufaktur, pupuk, petrokimia, baja, perkapalan, industri kecil dan menengah serta industri gula akan menjadi pokok perhatian pemerintah di sektor perindustrian.

"Industri manufaktur supaya bisa meningkatkan lapangan kerja, industri baja menyumbang implementasi MP3EI, kita juga dorong industri perkapalan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai rapat terbatas di Jakarta, Jumat.

Peningkatan sektor industri pupuk dimaksudkan agar pertanian dapat dijaga dan berkembang optimal.

Sementara, dengan meningkatkan kapasitas industri baja bisa memberi kontribusi dalam perwujudan Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Presiden mendorong pertumbuhan industri perkapalan karena saat perekonomian di seluruh Indonesia tumbuh merata, transportasi laut menjadi sangat berperan.

"Penting mengembangkan industri perkapalan sebab masa depan Indonesia ketika ekonomi di seluruh negeri tumbuh maka akar logistik kita akan efisien, dan ketika perdagangan dalam negeri meningkat maka transportasi laut jadi amat penting," katanya.

Sementara di sektor industri kecil dan menengah, pemerintah terus meningkatkan jumlah kredit usaha rakyat hingga puluhan triliun per tahun. Upaya itu untuk memperluas peluang usaha industri kecil dan menengah dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dalam industri gula, pemerintah akan fokus pada upaya perluasan lahan hingga 400.000 hektare dan regenerasi mesin industri gula.

Sidang kabinet terbatas itu juga dihadiri oleh antara lain Wakil Presiden Boediono, Menteri Perindustrian MS. Hidayat, Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana.
(SDP46/A023)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga