Sabtu, 1 November 2014

Barito Utara siapkan armada sungai untuk lebaran

| 1.474 Views
id barito utara, pemkab barito barat, angkutan sungai, sungai barito
Barito Utara siapkan armada sungai untuk lebaran
Kabupaten Barito Utara (http://id.wikipedia.org)
Sarana transportasi sungai ini khusus untuk melayani warga yang berada di pedalaman dan desa yang tidak bisa dilalui angkutan darat
Muara Teweh (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah, menyiapkan ratusan unit armada angkutan sungai yang melalui Sungai Barito untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2012.

"Ratusan unit armada sungai ini untuk mengangkut penumpang mudik Lebaran yang menggunakan transportasi sungai," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi, dan Informatika Barito Utara , Fauzul Risma di Muara Teweh, Jumat.

Angkutan sungai tersebut di antaranya kapal cepat (speed boat) sebanyak 40 unit, sisanya ratusan buah kelotok bermotor seperti motor getek, long boat, dan satu unit bus air.

"Sarana transportasi sungai ini khusus untuk melayani warga yang berada di pedalaman dan desa yang tidak bisa dilalui angkutan darat," katanya.

Angkutan sungai yang pelabuhannya berada di kawasan Jalan Panglima Batur Muara Teweh melayani beberapa desa di pedalaman Sungai Barito dan kabupaten terdekat.

Kapal cepat melayani masyarakat dari Muara Teweh ke sejumlah desa antara lain Tumpung Laung Kecamatan Montallat dengan tiket reguler Rp75.000/orang, Muara Teweh-Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya, dan Muara Teweh-Buntok Kabupaten Barito Selatan masing-masing Rp130 ribu/orang.

Selain itu disiapkan angkutan angkutan long boat untuk jurusan Muara Teweh-Benao dan Muara Teweh-Tumpung Laung, sedangkan angkutan bus air jurusan Muara Teweh-Banjarmasin.

Khusus bus air yang saat ini hanya tinggal satu armada masih bertahan setelah angkutan darat dari Muara Teweh untuk keluar daerah sudah lancar.

"Para pengguna jasa bus air ini biasanya orang yang tidak tahan melalui angkutan darat karena mabuk darat sehingga sarana ini masih bisa bertahan meski jumlahnya sudah sedikit," katanya.
(K009)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga