Rabu, 3 September 2014

Presiden gelar rakor bahas kebijakan fiskal nasional

Jumat, 27 Juli 2012 15:06 WIB | 2.199 Views
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat koordinasi di Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat, guna membahas mengenai kebijakan fiskal nasional, bea dan cukai, serta perpajakan.

"Sekarang rakor membahas persoalan yang sangat menentukan bagi perekonomian nasional yaitu kebijakan fiskal yang sekaligus dikaitkan dengan perpajakan, bea dan cukai," kata Presiden Yudhoyono sebelum rapat koordinasi yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono itu.

Presiden mengatakan dalam pengantar singkatnya itu bahwa sektor bea dan cukai serta perpajakan tidak hanya penting bagi sumber penerimaan negara namun juga bagi perekonomian nasional yang harus terus tumbuh.

Sebelum memimpin rapat koordinasi di Kementerian Keuangan, Kepala Negara terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi di Kementerian Perindustrian guna membahas tiga sektor pendorong pertumbuhan ekonomi yaitu sektor perindustrian, perdagangan dan penanaman modal.

Selama tiga pekan pertama bulan puasa, Presiden Yudhoyono melakukan "safari" rapat koordinasi ke sejumlah kementerian dan lembaga.

Ia mengatakan bahwa tujuannya melakukan "safari" di sejumlah kementerian atau lembaga negara adalah untuk mengukur sejauh mana kinerja kementerian atau lembaga.

Dalam sidang kabinet itu, kata Presiden, para menteri atau pimpinan lembaga berkewajiban memaparkan program kerja tahun berjalan, perencanaan program mendatang, penggunaan anggaran dan masalah-masalah lain yang mengemuka.

"Saya akan melihat langsung dan kalau ada yang saya kritisi akan saya kritisi dan selanjutnya saya berikan kesempatan yang bersangkutan mengajukan rekomendasi," ujarnya.

Safari sidang kabinet terbatas itu diawali oleh Kepala Negara dengan menggelar rapat bidang hukum di Kejaksaan Agung pada awal pekan ini. Dalam sidang kabinet terbatas itu Presiden mengingatkan sejumlah titik rawan korupsi dan pentingnya penegakan hukum.

(G003/R010)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga