Kamis, 23 Oktober 2014

Pemkab Pamekasan anggarkan perbaikan jalan

| 1.635 Views
id perbaikan jalan, anggaran jalan raya, pemkab pamekasan, jatim
Untuk pemeliharaan jalan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp17 miliar,"
Pamekasan (ANTARA News) - Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp72 miliar untuk perbaikan jalan, penghubung empat kabupaten di Madura, Jawa Timur.

"Untuk pemeliharaan jalan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp17 miliar," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Pamekasan, Totok Suhartono, Jumat.

Ia menjelaskan, anggaran untuk pemeliharaan jalan ini untuk perbaikan jalan nasional, penghubung Kabupaten Sampang dan Kabupatan Pamekasan.

Sedangkan untuk pelebaran jalan, anggaran yang disediakan pemerintah pusat sebesar Rp55 miliar dengan titik fokus perbaikan di Desa Tanjung menuju Desa Tlanakan, juga di Jalan Trunojoyo dan Jalan Jokotole.

"Untuk pelebaran jalan perbaikannya ditargetkan selesai H-7 lebaran," katanya menjelaskan.

Total panjang jalan yang dilakukan perbaikan, baik pelebaran maupun pemeliharan di sepanjang jalan nasional di Pulau Madura mulai dari perbatasan Kabupaten Sampang dengan Kabupaten Pamekasan mencapai 17 kilometer.

Menurut Totok termasuk pemasangan tiang pancang untuk penahan ombak di sepanjang pesisir pantai selatan Sampang dan Pamekasan yang kini telah rusak akibat abrasi.

"Pemasagan tiang pancang untuk penahan ombak di sepanjang pesisir pantai selatan Madura ini sekitar 10 kilometer," kata Totok Suhartono.

Ia menjelaskan, perbaikan dan pelebaran jalan nasional penghubung empat kabupaten di Madura itu merupakan bantuan pemerintah pusat, atas usulan pemkab melalui Balai Besar Perbaikan Jalan yang ada di Pamekasan.

"Sebenarnya usulan perbaikan jalan ini sudah lama kami ajukan, namun baru terealisasi saat ini," katanya.

Ia membantah perbaikan jalan itu sebagai bentuk pemborosan anggaran sebagaimana tudingan sebagian masyarakat Pamekasan tentang perbaikan jalan nasional di sepanjang Jalan Trunojoyo.

Menurut dia, perbaikan yang dilakukan saat ini, merupakan pelebaran, bukan pengerasan jalan sebagaimana perbaikan sebelumnya.

"Jadi, saya kira tidak tepat jika dikatakan sebagai bentuk pemborosan. Karena perbaikan yang dilakukan sekarang peruntukannya berbeda," katanya.

Memang, kata Totok, setiap perbaikan akan mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Oleh karenannya ia meminta maaf sepada semua lapisan masyarakat, karena pengerjaan jalan itu telah mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

(KR-ZIZ/M008)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga