Selasa, 29 Juli 2014

Polisi telusuri aset milik pengelola Langit Biru

Jumat, 27 Juli 2012 20:14 WIB | 2.505 Views
Polisi telusuri aset milik pengelola Langit Biru
Kombes Pol Boy Rafli Amar (FOTO ANTARA/Zabur Karuru)
Jakarta (ANTARA News) - Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri menelusuri aset milik pengelola Koperasi Langit Biru, Jaya Komara yang menjadi tersangka kasus penipuan, pengelapan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Penyidik bersama dengan yang bersangkutan (Jaya Komara) pada Kamis (26/7) melakukan penelusuran aset khususnya secara konvensional dengan membawanya ke arah Tangerang," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Jumat.

Hasil penelusuran sementara di wilayah Tangerang, Jaya Komara memiliki aset berupa rumah sebanyak 15 unit, ruko dan tanah, tetapi penyidik masih melakukan penelusuran apakah aset tersebut benar-benar milik yang bersangkutan, katanya.

"Kalau benar aset-aset tersebut dibeli yang bersangkutan tentu penyidik akan melakukan langkah-langkah penyitaan terhadap asetnya," kata Boy, menambahkan.

Pada Jumat ini Jaya Komara bersama istrinya TI menjalani pemeriksaan lanjutan di Bareskrim Polri. Karo Penmas mengatakan bahwa pada pemeriksaan lanjutan Jaya Komara ada 25 pertanyaan dari penyidik, sementara TI 33 pertanyaan.

"Penyidik hari ini telah melakukan penyitaan terhadap barang tersebut. dan juga dilakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi. Jadi saksi-saksi yang diperiksa termasuk dari Dinas Koperasi Kabupaten Tangerang, kemudian pemeriksaan terhadap sopir Jaya Komara," kata Boy.

Penyidik juga bekerja sama dengan pihak profesional di dalam menilai aset-aset seperti ini. Termasuk juga dengan akuntan publik yang nanti akan dilihat aset-aset bergerak maupun tidak bergerak milik Jaya Komara.

Jaya Komara pada Rabu (25/7) dibawa ke Bareskrim Polri setelah menjalani pemeriksaan dan ditangkap oleh Polres Purwakarta.

Pengelola Koperasi Langit Biru ini ditangkap di Purwakarta, Jawa Barat.

"Koperasi Langit Biru yang beroperasi kurang lebih satu tahun, sebenarnya belum berizin untuk melakukan operasi simpan pinjam dan izinnya hanya serba usaha. Namun pada kenyataannya melakukan penarikan dana dari masyarakat, di luar izin yang diberikan," kata Boy.

(S037/I007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga