Jumat, 29 Agustus 2014

Perambah hutan rusak habitat arwana Rokan Hulu

Sabtu, 28 Juli 2012 15:17 WIB | 3.391 Views
Pekanbaru (ANTARA News) - Para perambah hutan pencari kayu dan membuka ladang, merusak habitat ikan arwana (Scleropages formosus) di Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

"Mereka perlu ditertibkan, agar ikan yang dilindungi itu tetap berkembang biak secara alami. Untuk itu, kami meminta kepada aparat terkait agar para perambah hutan tersebut ditertibkan," kata Mariman (32) warga Desa Rantau Sakti, Rokan Hulu dihubungi dari Pekanbaru, Sabtu.

Ia mengatakan dirinya melihat langsung adanya pihak yang sengaja mengambil kayu dari hutan di Tambusai Utara untuk kepentingan pribadi dan juga sengaja mengambil ikan arwana. Pernyataan tersebut terkait perambah hutan di Desa Mahato, Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu belakangan ini terus bertambah sehingga sudah mengancam kelestarian habitat ikan arwana.

Bahkan perambah hutan juga mengambil ikan yang dilindungi itu untuk kepentingan bisnis dengan alasan membuka hutan agar kayu dapat diambil. Padahal kegiatan perambah hutan itu berada di kawasan hutan produksi terbatas di arena konservasi ikan arwana di Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu.

Selain itu, pekan lalu terdapat puluhan ikan arwana yang mati terapung di areal konservasi karena kawasan perkembangbiakan alami dan sekitarnya mengalami kerusakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Rokan Hulu, Sugiyarno SP ditempat terpisah mengatakan pihaknya sudah mendengar adanya informasi adanya pencurian kayu di kawasan hutan produksi konversi ikan di Kecamatan Tambusai Utara.

"Saya juga sudah mendapat kabar dari penduduk dan beberapa pesan singkat (SMS) melalui telepon selular tentang perambah hutan berdampak terhadap habitat arwana," katanya.

Menurut dia, tidak diperbolahkan melakukan pengelolaan lahan maupun alih fungsi dengan dalih apapun karena menyalahi aturan. Namun dia mengakui bahwa aktifitas alih fungsi lahan di kawasan itu terjadi dan sulit untuk ditindak pelakunya.

Ia menambahkan, perambah hutan harus dicegah supaya perkembangbiakan ikan arwana yang dilindungi undang-undang agar tidak musnah, maka kawasan tersebut tidak terganggu dan lestari. Walau demikian pihaknya berupaya untuk mengukur ulang lahan konservasi tersebut, agar dapat diketahui luas yang digunakan para perambah tersebut.

(A047)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Top News
Baca Juga