Senin, 22 September 2014

Peserta Jamsostek di Palangka Raya 27.090

Jumat, 27 Juli 2012 18:11 WIB | 2.411 Views
Peserta Jamsostek di Palangka Raya 27.090
Logo Jamsostek (istimewa)
Palangka Raya (ANTARA News) - Jumlah tenaga kerja aktif yang terdaftar sebagai peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) hingga Juni 2012, sebanyak 27.090 orang dari 625 perusahaan di wilayah operasional Palangka Raya.

"Ada penambahan sebanyak 61 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 6.535 orang sampai dengan semester pertama ini," kata Kepala Kantor Jamsostek Cabang Palangka Raya, Mulyana di Palangka Raya, Jumat.

Ia mengatakan, tingkat kesadaran perusahaan mendaftarkan tenaga kerjanya mulai meningkat. Hanya yang perlu lebih gencar dilakukan sosialiasi lagi terhadap perusahaan kecil bidang jasa seperti bengkel maupun perdagangan.

Kendati pemberian pemahaman terhadap perusahaan kecil cukup membutuhkan waktu lama, namun pihaknya tetap melakukannya karena untuk merubah pola pikir pada pengusaha agar memberikan perlindungan kepada karyawannya tidak mudah.

"Biasanya pemahaman tidak bisa dilakukan hanya sekali dan langsung diterima tapi harus berkali-kali sampai betul-betul memahami dan membuat image pengusaha bahwa aset bukan hanya benda mati karena manusia juga suatu aset perusahaan yang harus dilindungi," ucapnya.

Ia mengatakan menjadi peserta Jamsostek banyak manfaatnya antara lain bagi peningkatan kesejahteraan karyawan karena dari sisi perlindungan terjamin dan manfaat terhadap tabungan karyawan ada.

Program Jamsostek yang ditawarkan yakni jaminan kecelakaaan kerja dengan besarnya iuran tergantung dari jenis usaha yang bersangkutan yaitu 0,24 persen, 0,54 persen, 0,89 persen, 1,27 persen dan 1,74 persen, yang dibayar perusahaan. Jaminan kematian tidak melihat dari jenis usaha dengan besarnya iurannya 0,30 persen juga dibayar perusahaan, Jaminan Hari Tua besarnya iuran dari pengusaha 2,7 persen dan karyawan dua persen.

Untuk Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, besarnya iuran enam persen bagi karyawan yang sudah berkeluarga dan tiga persen bagi lajang, yang dibebankan kepada pengusaha.

"Namun selama ini di perusahaan pun saya yakni progam JPK sudah dilaksanakan, tapi dalam implementasinya bervariasi dari perusahaan satu dengan lainya berbeda dan JPK biasanya di perusahaanan hanya dibatasi kepada karyawannya, tidak sampai keluarganya," tegasnya.

(S019)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga