Selasa, 2 September 2014

Rusia bantah pembukaan instalasi militer di Kuba dan Vietnam

Sabtu, 28 Juli 2012 12:49 WIB | 2.400 Views
Rusia bantah pembukaan instalasi militer di Kuba dan Vietnam
Rusia (istimewa)
Moskow (ANTARA News) - Kementerian Pertahanan Rusia pada Jumat membantah bahwa Rusia melakukan perundingan mengenai pembukaan instalasi militer di Kuba, Vietnam dan Seychelles.

Bantahan itu dilakukan setelah kantor berita Rusia RIA Novosti, yang mengutip pernyataan Panglima Angkatan Laut Rusia Laksamana Madya Vitkor Chirkov, mengatakan Rusia sedang membangun pangkalan angkatan laut di luar negeri.

Tetapi Jumat malam, kementerian itu dalam satu penyataan mengatakan Chirkov tidak membuat deklarasi resmi mengenai masalah itu.

"Persoalan-persoalan menyangkut hubungan antara negara-negara bukan jurisdiksi komando angkatan laut Rusia jadi seharusnya masalah itu tidak diungkapkan kepada media," kata kementerian itu.

"Munculnya informssi seperti itu di media semata-mata fantasi media yang memilih sensasi ketimbang etika professional," tambah pernyataan itu.

Pernyataan-pernyataan dari Chirkov itu muncul menjelang satu pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presden Vietnam Truong Tan Sang Jumat malam.

Angkatan Laut Sovyet memiliki pangkalan di Cam Ranh, di daerah Vietnam bagian selatan dan Tartus di Suriah.

Putin memutuskan tahun 2001 untuk menutup pangkalan di Vietnam itu sebagai satu perjanjian tahun 1979 antara Vietnam dan Uni Sovyet. Rusia meninggalkan pangkalan itu tahun 2002.

Pangkalan Tartas di Suriah, yang dibangun tahun 1972 sebagai pusat pasokan bagi armada Rusia di Mediterenia, merupakan satu-satunya pangkalan militer Moskow di luar Uni Sovyet.

Kendatipun para pengamat menganggap pangkalan Tartus sebagai asset sangat strategis bagi Moskow di Mediterania, prasarana sangat sederhana dengan beberapa puluh orang ditempatkan di sana pada satu waktu dan kapal-kapal angkatan laut hanya mengunjungi pangkalan itu sebentar.

Dalam tahun-tahun pertama dari jabatan kepresidenannya, Putin juga menutup pos pengawas Rusia di Kuba, satu sekutu pentig era-Sovyet, dalam apa yang dianggap saat itu sebagai satu langkah maju penting memperbaiki hubungan pasca Perang Dingin dengan Washington.

Tetapi dengan hubungan antara Rusia dan Barat mengalami satu periode baru yang tegang pada awal masa jabatan ketiga Putin sebagai presiden, Moskow tampaknya ingin menghidupkan kembali aliansi era-Sovyet.

Di Washington, seorang juru bicara Pentagon mengatakan Amerika Serikat tidak khawatir dengan tindakan-tindakan Rusua untuk menghidupkan kembali pangkalan-pangkalan di luar negeri.

"Pemerintah Rusia memiliki kepentingan di sejumlah negara, adalah hak mereka untuk meningkatkan kepentingan-kepentingan itu," kata George Little.

Ia menyatakan AS sendiri sedang berusaha untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan Vietnam, "Mereka mengizinkan akses bagi kapal-kapal pasokan AS memasuki perairan Vietnam termasuk Cam Rah Bay," katanya kepada AFP.
(H-RN/B002) 

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga