Rabu, 3 September 2014

Madagaskar deportasi istri mantan presiden ke Thailand

Sabtu, 28 Juli 2012 13:07 WIB | 1.514 Views
Antananarivo (ANTARA News) - Istri mantan presiden Madagaskar Marc Ravalomanana dideportasi dan dinaikkan ke pesawat menuju Thailand pada Jumat, beberapa jam setelah ia mendarat di ibu kota Antananarivo, kata putranya.

"Mereka mengusir ibu saya dari negara ini," kata Tojo Ravalomanana kepada AFP.

Pengacara suaminya, Hanitra Razafimanantsoa, mengatakan: "Mereka mendeportasi dia ke Bangkok. Dia menelopon dari pesawat itu. Dia tidak memliki visa atau uang."

Ketua gerakan politik Ravalomanana, Mamy Rakotoarivelo, sebelumnya mengemukakan kepada AFP ia ditahan setibanya di Antananarivo tetapi kemudian dibebaskan atas perintah Perdana Menteri Omer Beriziky.

Mantan presiden itu dan istrinya berulang-ulang berusaha tetapi gagal untuk memasuki negaranya. Putranya Tojo telah tinggal di pulau itu.

Sejak ia digulingkan tahun 2009, Ravalomanana tinggsl dipengasingan di Afrika Selatan.

Istrinya berusaha pulang setelah perundingan pekan ini antara Ravalomanana dan Andry Rajoelina, penguasa negara sekarang yang merebut kekuasaan dengan dukungan militer tiga tahun lalu.

Tetapi ksntor Rajoelina menyebut usaha istri Ravalomanana untuk pulang itu sebagai "provokatif" dan melanggar secara terang-terangan resolusi-resolusi yang telah disepakati dalam pertemuan tatap muka yang diselenggarakan di Seychelles."

"Pada saat di mana rakyat negara itu sedang mencari jajan bagi perdamaian dan ketenangan, tidakan provokatif dan tidak bertanggung jawab oleh Marc Ravalomanana itu dapat membahayakan kelanjutan perundingan mendatang," kata sebuah pernyataan dari kator Rajoelina.

Perundingan langsung pertama antara kedua pemimpin itu gagal mencapai kesepakatan syarat-syarat bagi kemungkinan kepulangan Ravalomanana, tetapi kedatangan istrinya dianggap sebagai satu tanda kemajuan itu akan menambah kebuntuan itu.

Menyetujui syarat-syarat bagi kepulangannya adalah salah satu dari hambatan-hambatan penting dalam mengantarkan Madagasar pada pemilu.

Kedua pemimpin yang berseteru itu diperkirakan akan bertemu kembali dalam tiga pekan sebelum KTT mendatang Masyarakat Pembangunan Afrika Selatan, yang menengahi konflik itu.
(H-RN/B002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga