Minggu, 21 September 2014

Apartemen "Joker" pembantai Colorado ditinggal para penghuni

Minggu, 29 Juli 2012 07:53 WIB | 3.426 Views
Aurora, Colorado (ANTARA News) - Sebagian penghuni pindah dari gedung tempat tersangka pelaku penembakan Colorado, James Holmes. Dia diduga memasangi apartemennya dengan perangkap berupa bahan peledak yang dikatakan satu sumber penegak hukum bisa menghancurkan bangunan itu.

"Saya masih kaget," kata warga yang bernama Tori Everhart (27), saat lewat melalui bawah pita kuning yang jadi garis batas polisi yang dipasang di sekitar bangunan tersebut pekan ini. Tangan perempuan itu dipenuhi koper. "Saya cuma ingin keluar dari sini."

Sejak Holmes pada 20 Juli diduga melepaskan tembakan ke arah kerumunan penonton bioskop di daerah Denver, menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 58 orang lagi, gedung apartemnya di Paris Street telah jadi perhatian wisatawan.

Bangunan tersebut, yang memiliki 12 unit apartemen di tiga lantai. Sebagian kendaraan lewat sementara orang di dalamnya menjulurkan kepala ke luar jendela untuk mengambil gambar, sementara yang lain memarkir kendaraan mereka dan keluar untuk memandangi apartemen sudut di lantai tiga, yang jadi tempat tinggal Holmes dan jendelanya pekan ini dipasangi kayu palang.

Gedung apartemen itu berada satu blok dari University of Colorado Anschutz Medical Campus, tempat Holmes kuliah.

Menurut dokumen pengadilan yang dikeluarkan Jumat, Holmes berusaha memperoleh perawatan kejiwaan dari Dr. Lynne Fenton, Direktur Departemen Kesehatan Mental Mahasiswa di universitas tersebut, demikian laporan Reuters.

Polisi segera mengosongkan gedung apartemen tersebut setelah mengetahui apartemen Holmes telah dirancang untuk meledak kalau seseorang berusaha memasukinya.

Satu sumber penegak hukum federal memberitahu Reuters pekan lalu kalau bom tersebut meledak, itu dapat menghancurkan bangunan tersebut.

(C003)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga