Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 132 kapal dari 22 negara mengikuti perlombaan Yacht Rally, salah satu acara inti dalam kegiatan Sail Morotai 2012, yang secara resmi dimulai dari Kota Darwin, Australia.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Sail Morotai 2012, Syahrin Abdurrahman, kapal-kapal peserta reli tahun ini 47 diantaranya berasal dari Australia, 20 dari Amerika Serikat, sembilan asal Kanada, delapan dari Selandia Baru, tujuh kapal asal Belanda, dan enam kapal lainnya dari Inggris.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu, Syahrin mengatakan perlombaan itu dimulai hari ini dari Dermaga Cullen Bay, Darwin, Northern Territory, Australia.

Syahrin, yang kini menjabat sebagai Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, melepas keberangkatan kapal-kapal pesiar peserta lomba dengan menembakkan salvo ke udara dari atas geladak kapal "Spirit of Darwin."

Dari Darwin, peserta yacht rally akan terbagi kedalam dua tim. Satu tim akan menuju ke arah timur,  memasuki kepulauan Indonesia melalui Saumlaki tanggal 31 Juli - 3 Agustus 2012 dan berlanjut ke Banda, Buru, Ternate, Wakatobi, dan Takabonerate.

Sementara tim yang lain ke arah barat, memasuki kepulauan Indonesia melalui Kupang pada 30 Juli - 4 Agustus 2012, kemudian berlanjut ke Alor, Lembata, Ende dan Riung.

Kedua tim kemudian akan bertemu kembali di Labuan Bajo pada tanggal 12-15 September untuk bersama-sama melanjutkan perjalanan ke Lombok Utara dan Bali.

Selanjutnya, tim kemudian berpisah lagi untuk dua rute, satu menuju Kumai dan yang lain menuju Karimun Jawa untuk melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Seribu.

Peserta yacht rally akan berkumpul kembali di Manggar-Belitung Timur tanggal 20 - 22 Oktober 2012 dan melanjutkan perjalan ke Belitung, Bangka dan Batam, untuk akhirnya keluar dari wilayah Indonesia menuju Singapura.

"Kedatangan peserta tentunya akan berdampak sangat positif bagi daerah yang dikunjungi, selain secara signifikan meningkatkan transaksi ekonomi masyarakat setempat, juga akan menjadi ajang promosi untuk peningkatan sektor pariwisata dan investasi daerah tersebut ke depan," kata Syahrin.

(M040)