Selasa, 2 September 2014

Sentra kerajinan batik kayu serap tenaga kerja

Minggu, 29 Juli 2012 12:22 WIB | 3.550 Views
Sentra kerajinan batik kayu serap tenaga kerja
Kerajinan batik kayu Perajin membatik pada patung dari Kayu Sengon di Krebet, Bantul, Senin (5/3). Kerajinan tersebut dijual dari Rp 3.000 - Rp3 juta dan telah diekspor ke beberapa negara Asia dan Eropa. (FOTO ANTARA/Regina Safri)
Bantul (ANTARA News) - Sentra kerajinan batik kayu Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menyerap ratusan tenaga kerja dari warga setempat.

"Keberadaan sentra kerajinan ini perlu terus dipertahankan, karena sampai saat ini mampu memberikan pekerjaan kepada sebanyak 400 warga sekitar," kata Ketua Koperasi para perajin "Sido Katon" Krebet, Bantul, Riyadi, Minggu.

Riyadi juga sebagai perajin batik kayu mengatakan, ratusan tenaga kerja tersebut terwadahi dalam sebanyak 48 sanggar yang tersebar di sentra ini, sanggar-sanggar tersebut terdapat di rumah penduduk masing-masing.

"Hampir semua warganya, baik laki-laki maupun perempuan bekerja pada sektor usaha kerajinan batik kayu ini, bahkan sektor kerajinan ini mampu menjadi mata pencaharian warga setempat," katanya.

Ia mengatakan, diakui keberadaan sentra kerajinan ini pasang surut namun dalam mempertahankan usaha masing-masing para perajin memanfaatkan koperasi yang menyediakan pinjaman.

"Biasanya para perajin pinjam dana untuk membeli bahan baku, menambah modal untuk mengembangkan usaha dan juga untuk keperluan perlengkapan guna memproduksi kerajinan," katanya.

Menurut dia, keberadaan sanggar tersebut siap menghasilkan berbagai barang kerajinan kayu diantaranya topeng, gelang, hiasan dinding dan asesoris rumah yang dikemas dalam motif batik.

"Sentra kerajinan batik media kayu di dusun Krebet ini secara tidak langsung juga telah mendukung upaya kraton Yogyakarta dalam melestarikan motif batik klasik," katanya.

Salah seorang tenaga kerja di sanggar "Ragil Handicraft" Fida mengatakan, dirinya telah bekerja selama hampir lima tahun, meski penghasilan yang diperoleh tidak begitu besar namun dapat digunakan menambah pemasukan.

"Penghasilan saya tidak mesti kadang Rp20.000 sehari kadang Rp25.000 sehari, namun kalau pas ada pesanan banyak dapat memperoleh sebesar Rp30.000 sehari," katanya.

Ia berharap, pemerintah setempat juga berupaya mendorong perkembangan sentra kerajinan yang menjadi sebagian mata pencaharian warga sekitar, sehingga warga semakin meningkat kesejahteraannya.
(ANT)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca