Selasa, 2 September 2014

Pengusaha tempe mulai campur kedelai dengan jagung

Minggu, 29 Juli 2012 19:35 WIB | 2.446 Views
Pengusaha tempe mulai campur kedelai  dengan jagung
ilustrasi usaha tempe (FOTO ANTARA/Jafkhairi)
Cirebon (ANTARA News) - Harga kedelai  yang naik mencapai Rp8.500/kilogram membuat pengusaha tempe di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mulai mencampurkan jagung dan kedelai sehingga sehingga kualitasnya menjadi rendah dan rasanya kurang gurih.

Kurnia, pedagang tahu dan tempe di pasar Kanoman Kota Cirebon, Minggu mengatakan, perajin terpaksa mencampur dengan jagung untuk menghindari kerugian.

Menurut dia produksi tempe yang dicapur jagung jarang diminati pembeli, karena kulitas yang rendah dan rasanya kurang gurih.

Menurut dia, jika harga kedelai bertahan tinggi perajin tempe diperkirakan tidak akan mampu bertahan, karena modal produksi mereka cukup tinggi sedangkan harga penjualan tempe tetap atau tidak dinaikan.

Sementara itu Karnie perajin tempe mengaku, harga kedelai yang mahal dapat menimbulkan kerugian dan bisa membuat para perajin tempe dan tahu di Kabupaten Cirebon terancam gulung tikar.

(KR-EJS)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga