Undip kembangkan energi alternatif dari biji alpukat

Senin, 30 Juli 2012 14:37 WIB | 3495 Views

"Biji alpukat yang dianggap limbah oleh masyarakat Indonesia ternyata ditangan mahasiswa D3 Teknik Kimia Undip mampu dikonversi menjadi biodiesel,"
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro, Semarang berhasil mengembangkan sumber energi alternatif berupa biodiesel dari biji alpukat melalui proses transesterifikasi.

"Biji alpukat yang dianggap limbah oleh masyarakat Indonesia ternyata ditangan mahasiswa D3 Teknik Kimia Undip mampu dikonversi menjadi biodiesel," kata Kepala Humas Undip Agus Naryoso melalui siaran pers yang diterima ANTARA News di Jakarta, Jumat.

Siaran pers itu menyebutkan, tiga mahasiswa D3 Teknik Kimia Undip, yaitu Esthu Nurhikmayati, Tyas Surya dan Hana Tris, menjadi juara III dalam Lomba Karya Tulis Inovatif Mahasiswa (LKTIM) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Jawa Tengah.

Karya ketiga mahasiswa itu diharapkan bisa menjadi solusi kelangkaan energi yang sedang dirasakan masyarakat Indonesia.

Esthu Nurhikmayati mengatakan selama ini masyarakat sering menganggap biji jarak sebagai sumber energi alternatif untuk biodiesel. Padahal, kandungan trigleserida, yang merupakan komponen utama biodiesel, biji alpukat lebih banyak dibanding biji jarak.

Pembuatan biodiesel dari biji alpukat melalui proses transesterifikasi, yaitu penambahan basa kuat seperti NaOH ke dalam minyak biji alpukat, katanya.

Menurut Esthu selama ini masyarakat hanya memanfaatkan alpukat dari daging buahnya saja, sementara bijinya hanya menjadi limbah. Padahal, biji buah alpukat ternyata memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Esthu mengatakan dengan kandungan trigliserida yang lebih tinggi dari pada biji jarak, biji alpukat lebih bernilai ekonomis. Menurut dia, pemanfaatan biji alpukat bisa mengurangi limbah dari buah alpukat.

Pihaknya berharap gagasan ini membuat masyarakat memiliki pilihan baru terhadap bahan bakar alternatif.

Dengan penelitian itu, mereka juga berharap masyarakat dapat menggunakan bahan bakar yang dapat terbarukan dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas.

(SDP-49/Z003)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

10 rumah di Lebak hangus terbakar

10 rumah di Lebak hangus terbakarSebanyak 10 rumah di Kampung Cigoler Desa Nangerang Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten, hangus terbakar ...

1.000 anak yatim piatu mendapat pengetahuan kedirgantaraan

1.000 anak yatim piatu mendapat pengetahuan kedirgantaraanSebanyak 1.000 anak yatim piatu dari berbagai wilayah di Jabotabek mendapatkan pengetahuan kedirgantaraan melalui ...

Virus MERS terdeteksi dalam sampel udara dari kandang unta

Virus MERS terdeteksi dalam sampel udara dari kandang untaPara peneliti Arab Saudi menemukan gen virus mematikan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) dalam contoh udara dari ...