Selasa, 29 Juli 2014

Bojonegoro minta tambahan dana antikekeringan

Senin, 30 Juli 2012 13:56 WIB | 1.817 Views
Bojonegoro (ANTARA Ndews) - Disnakertransos Bojonegoro, Jawa Timur, meminta tambahan dana Rp50 juta dalam APBD Perubahan 2012, untuk operasional pengadaan air bersih bagi warga yang mengalami kekeringan.

Kepala Disnakertransos Bojonegoro Iskandar, Senin mengatakan, dana sebesar Rp50 juta masih kurang untuk pengadaan air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan air bersih, sebaliknya itu hanya mencukupi pengadaan air bersih selama sebulan.

Padahal daerah yang mengalami kesulitan air bersih pada kemarau ini cukup luas, sekitar 67 desa di 16 kecamatan.

Di wilayah yang mengalami kekeringan itu, terdapat 21.400 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 68.721 jiwa.

"Pola pembagian air bersih per desa harus diulang sebanyak tiga kali truk tangki (per truk 5.000 liter), dalam sepekan," katanya.

Ia menjelaskan, biaya pengadaan air bersih, mulai untuk membeli air di PDAM, ongkos angkut truk dari pengambilan air di PDAM hingga ke desa yang warganya mengalami kekeringan mencapai Rp250 ribu per tangki 5.000 liter.

"Dana Rp50 juta itu, hanya mencukupi untuk pengadaan 200 tangki air bersih dengan standar PDAM. Dengan demikian, kalau kekeringan yang terjadi hanya selama sebulan dananya cukup, tapi kalau kekeringan selama tiga bulan jelas dananya kurang," paparnya.

Dikatakan, pendistribusian air bersih yang sudah berjalan yaitu di Desa Duwel, Geger, Kecamatan Kedungadem, Desa Bakulan, Kecamatan Temayang, Desa Mojosari, Kecamatan Kepohbaru, Desa Sumberjo Kidul, Kecamatan Sukosewu.

"Kesulitan air bersih yang dialami warga sejak Juni lalu," jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, pihaknya sedang mendistribusikan air bersih di Desa Jatimulyo dan Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, yang dilaporkan sebanyak 232 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 687 jiwa di kedua desa itu, mengalami kesulitan air bersih.
(KR-SAS/C004)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga