Sabtu, 30 Agustus 2014

Kredit BNI tumbuh 17,4 persen

Senin, 30 Juli 2012 18:16 WIB | 1.268 Views
Kredit BNI tumbuh 17,4 persen
Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Tbk), Gatot M Suwondo. (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - PT Bank Negara Indonesia (BNI) menyalurkan kredit Rp179,4 triliun selama semester I 2012 atau tumbuh 17,4 persen dibanding periode sebelumnya sebesar Rp152,9 triliun, terutama didukung pertumbuhan kredit konsumer sebesar 30,7 persen.

Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo, di Jakarta, Senin, mengatakan, selain kredit konsumer, kredit yang meningkat adalah pembiayaan syariah tumbuh 29,4 persen dan pinjaman segmen menengah yang naik 21,6 persen.

Sementara komposisi pinjaman dari bisnis banking mencapai 71 persen, konsumer dan ritel 21,6 persen dan sisanya dari cabang luar negeri 4,0 persen dan anak perusahaan 3,3 persen.

Khusus untuk kredit konsumer, peningkatan pinjaman yang mencapai 30,7 persen dimotori pertumbuhan kredit BNI Griya yang naik 46,7 persen pada semester I 2012 sebesar Rp 21,6 triliun.

Selain itu pertumbuhan nilai transaksi pemakaian kartu kredit mencatat kenaikan pinjaman sebesar Rp4,61 triliun pada semester I 2012 atau naik 30,1 persen dibanding semester I 2011 yang hanya bernilai Rp3,54 triliun.

Untuk kualitas kredit, menunjukan ke arah positif dengan menurunnya rasio NPL-Gross dari 4,0 persen menjadi 3,4 persen sedangkan Nett-NPL berada di posisi stabil 0,7 persen.

Fundamental keuangan pun tetap terjaga dengan peningkatanĀ coverage ratio dari level 120,5 persen yang naik menjadi 120,7 persen.

Suwondo mengatakan, sampai semester I 2012, BNI membukukan kenaikan laba bersih sebesar 20,4 persen dari Rp2,73 triliun menjadi Rp3,29 triliun.

Pencapaian laba bersih BNI Semester I 2012 tersebut diikuti pula kenaikan laba bersih per saham sebesar 20,5 persen dari Rp146 menjadi Rp176.

Kenaikan laba bersih ini didukung kenaikan pendapatan bunga bersih yang tumbuh 18,7 persen dari Rp6,09 triliun menjadi Rp7,23 triliun. Pendapatan non bunga juga tumbuh 1,1 persen dari Rp3,69 triliun menjadi Rp3,73 triliun.

Sementara beban operasional meningkat dari Rp4,39 triliun menjadi Rp5,46 triliun atau tumbuh 24,2 persen.

Peningkatan beban operasional yang cukup tinggi itu, menurut dia, disebabkan biaya operasional tinggi akibat pertambahan pegawai dalam jumlah besar.

"Biaya operasional bertambah karena biaya personalia dengan tambahan pegawai yang meningkat dari 23.600 pada akhir tahun lalu menjadi 25.788," kata Suwondo.

Selain pegawai tetap, BNI juga menerima karyawan kontrak sebanyak 3.000 orang untuk mendukung pengembangan kedai atau gerai perbankan yang didirikannya.

Pada semester I ini BNI juga membukukan total aset sebesar Rp316,87 triliun atau naik sebesar 21,6 persen dibanding posisi aset semester I - 2011 sebesar Rp260,65 triliun.

Pertumbuhan aset BNI terutama didorong oleh kenaikan simpanan nasabah yang naik 21,3 persen dibanding posisi tahun sebelumnya atau menjadi Rp242,72 triliun per 30 Juni 2012 dibanding posisi yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp200,14 triliun.

(D012/A039)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga