Kamis, 23 Oktober 2014

200.000 orang tinggalkan Aleppo dalam dua hari

| 1.628 Views
id perang aleppo, konflik suriah, pengungsi suriah, serangan suriah
200.000 orang tinggalkan Aleppo dalam dua hari
Anak-anak pengungsi Suriah duduk di atas kasur di sekolah yang ditinggalkan, sebelah utara Lebanon, Rabu (28/9). Lebih dari 3.800 pengungsi Suri'ah telah terdaftar di Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Lebanon utara, yang berbatasan dengan provinsi Homs Suri'ah, pusat pertumpahan darah dari gerakan menentang Presiden Bashar al-Assad. (REUTERS/Mohamed Azakir)
... jangan jadikan rakyat sipil sebagai target...
Markas Besar PBB, News York (ANTARA News) - Perserikatan Bangsa-Bangsa, Minggu, mengatakan, sekitar 200.000 orang mengungsi keluar dari Aleppo, Suriah, dalam dua hari belakangan seiring peningkatan serangan dari pasukan Presiden Bashar al-Assad.

Kepala Badan Kemanusiaan PBB, Valerie Amos, dalam pernyataannya, mengatakan, tidak diketahui jumlah rakyat yang terjebak di kota tersebut. Ia juga minta diberikan akses aman bagi badan kemanusiaan untuk menjangkau Aleppo.

Wakil sekretaris jenderal PBB itu mengatakan, Komite Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Suriah memperkirakan, sekitar 200.000 orang telah mengungsi dari Aleppo dan kawasan sekitarnya dalam dua hari terakhir.

Para aktivis di Suriah mengatakan lebih dari 20.000 orang telah terbunuh dalam konflik yang telah berlangsung selama 16 bulan itu.

"Tidak diketahui berapa banyak orang yang terjebak di kota itu mengingat pertempuran masih berlanjut hingga hari ini," kata Amos. Aleppo sebelumnya tercatat memiliki jumlah penduduk lebih kurang 2,5 juta orang.

Amos mengatakan, dia sangat prihatin akan dampak dari baku tembak, penggunaan tank serta senjata-senjata berat lainnya" terhadap rakyat sipil di Aleppo, Damaskus dan lokasi lain.

Puluhan ribu rakyat Suriah telah menyeberang ke negara-negara tetangganya, Jordania, Irak dan Turki dalam beberapa hari belakangan ini untuk menghindari pertempuran.

"Saya menyeru semua pihak bertikai, memastikan mereka jangan jadikan rakyat sipil sebagai target dan menyediakan akses yang aman bagi organisasi kemanusiaan yang akan menyalurkan bantuan kemanusiaan," katanya.

"Situasi keamanan di kota-kota itu dan sepanjang rute utama transportasi menyulitkan organisasi kemanusiaan untuk mencapai keluarga-keluarga yang mengungsi di Aleppo, Hama dan daerah lain," kata Amos.

(G003/B002)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga