Sabtu, 26 Juli 2014

Ujian kompetensi guru "online" terganggu koneksi Internet

Senin, 30 Juli 2012 18:40 WIB | 4.332 Views
Medan (ANTARA News) - Ujian kompetensi guru atau UKG 2012 yang dilakukan secara "online" pada hari pertama di Medan, Senin, terkendala gangguan koneksi Internet.

"Ada kendala koneksi jaringan ke pusat sekitar pukul 08.30 WIB, sehingga para peserta harus menunggu untuk bisa tersambung. Namun, meski mengalami kendala, jatah waktu guru untuk melaksanakan UKG tidak dikurangi," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Rajab Lubis di Medan, Senin.

Ia mengatakan pelaksanaan UKG 2012 untuk kota Medan dilaksanakan di 25 titik atau sekolah-sekolah di kota Medan. Dimana, untuk gelombang I yang akan berakhir hingga 4 Agustus mendatang diikuti oleh sebanyak 10.269 guru dari tingkat SMP hingga SMA.

"Untuk setiap titik, pesertanya antara 25-30 guru yang mengikuti UKG tersebut," katanya.

Terkait dengan kendala yang diakibatkan server atau koneksi jaringan, lanjut dia, pihaknya akan melakukan pendataan ulang ke seluruh titik penyelenggara UKG tersebut.

Pihaknya berencana untuk melakukan UKG susulan kepada para peserta yang hari pertama pelaksanaan UKG mengalami gangguan koneksi jaringan.

"Kita akan data jumlah guru-guru yang tadi terganggu melaksanakan UKG di seluruh titik penyelenggaraan akibat adanya gangguan koneksi. Dan akan melakukan UKG susulan khusus pada hari Rabu (1/8) mendatang. Ini dimaksudkan agar seluruh guru di kota Medan mendapat jatah waktu yang sama dalam menyelesaikan UKG tersebut," katanya.

Ia mengatakan UKG 2012 yang serentak dilakukan oleh Kemendikbud merupakan upaya pemerintah untuk melakukan pemetaan terhadap guru-guru di Indonesia termasuk di Kota Medan.

"Dari sini dapat diketahui kualitas atau kelemahan guru-guru khususnya pada bidang studi-studi yang diajarkan kepada siswa, sehingga pemerintah akan dapat meningkatkan mutu guru tersebut melalau Diklat atau penataran," katanya.

Sementara disinggung soal keresahan sejumlah guru di kota Medan karena UKG tersebut akan mempengaruhi tunjangan profesi guru-guru bersertifikasi, ia mengatakan UKG tidak ada kaitannya dengan pemotongan terhadap tunjangan profesi.

"Tidak ada pemotongan yang akan dilakukan pemerintah karena tidak lulus UKG ini, jadi buat apa resah. Ini hanya sebagai cara pemetaan terhadap kualitas guru yang telah bersertifikasi," katanya. (JRD/M008)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca