Jakarta (ANTARA News) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI memperpanjang waktu pendaftaran bagi warga yang belum tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk mendapatkan hak suara pada Pemilukada putaran kedua, 20 September mendatang.

Perpanjangan waktu pendaftaran DPT berakhir hingga 4 Agustus mendatang. Namun, proses pendaftaran yang dibuka saat ini berbeda pada 25 hingga 29 Juli lalu.

"Warga bisa mendaftarkan diri secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga kotamadya," kata Ketua Pokja Pendataan Pemilih KPU DKI, Aminullah kepada wartawan, Senin (30/7).

Ia mengatakan, warga masih diberikan kesempatan mendaftarkan diri ke panitia pemungutan suara kecamatan (PPK) dari 30-31 Juli, KPU di tingkat kotamadya mulai tanggal 1-3 Agustus, dan KPU DKI Jakarta tanggal 4 Agustus.

"Pada tanggal 4 Agustus merupakan batas akhir pendaftaran. Selanjutnya, KPU DKI akan mencetak surat suara," ujarnya.

Berdasarkan hasil pendataan sampai Minggu (30/7) malam, ungkap Aminullah, jumlah pendaftar susulan yang mendaftar di PPS kelurahan selama lima hari sejak 25-29 Juli berjumlah 19.691 orang.

"Rinciannnya di wilayah Jakarta Barat sebanyak 3.750 orang, Jakarta Utara senyaka 6.869 orang, Jakarta Timur sebanyak 2.874 orang, Jakarta Selatan sebanyak 4.029 orang Jakarta Pusat sebagai 2.081 orang, dan Kepulauan Seribu sebagai 88 orang," ungkapnya.

Setelah ditutup pendaftaran di tingkat panitia pemungutan suara (PPS) kelurahan pada Minggu (29/7), lanjut Aminullah, pihaknya merampungkan rekapitulasi data DPT hasil pendaftaran selama lima hari itu.

Selanjutnya diserahkan kepada PPK untuk melakukan rekapitulasi DPT tingkat kecamatan dari tanggal 30 hingga 31 Juli," paparnya.

Saat bersamaan, jelas Aminullah, KPU DKI membuka kesempatan untuk warga mendaftarkan diri susulan.

"Setelah itu, PPK menyerahkan rekapitulasi data tersebut ke KPU Kotamadya yang akan melakukan validasi DPT mulai dari tanggal 1 hingga 3 Agustus 2012," jelasnya.

Pada kesempatan itu, tambah Aminullah, pihkanya masih menerima pendaftar susulan tapi syaratnya sama saat di PPS.

"KPU Kotamadya dan Kabupaten akan melakukan validasi data agar tidak terjadi kegandaan data DPT. Untuk itu, kami sudah menyerahkan data DPT putaran pertama kepada seluruh KPU Kotamadya/Kabupaten untuk menjadi bahan validasi," ujarnya.

Bila terjadi data ganda, menurut Aminullah, KPU Kotamadya/Kabupaten akan melakukan perbaikan data. Misalnya ada warga yang mendaftar di Cipete Utara, Jakarta Selatan, namun namanya dengan NIK yang sama tercatat di Cilandak Barat, maka data nama warga tersebut tinggal dipindahkan saja ke Cipete Utara.

Sehingga tidak perlu terjadi penambahan data yang bisa berujung pada data ganda.

Setelah validasi selesai, KPU Kotamadya/Kabupaten menyerahkan data DPT tersebut kepada KPU DKI pada 4 Agustus untuk ditetapkan sebagai DPT resmi putaran kedua Pemilukada DKI 2012.

"DPT ditetapkan dalam rapat pleno yang akan dihadiri Panwaslu DKI dan kedua tim sukses dari pasangan calon yang lolos ke dalam putaran kedua," ungkapnya.

Ketua Pokja Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU DKI, Sumarno, menerangkan perbaikan DPT tidak hanya ditujukan bagi warga yang telah punya hak pilih, namun belum terdaftar di DPT, melainkan juga untuk pemilih pemula yang bertambah usia menjadi 17 tahun sebelum 11 Juli.

"Warga yang berulang tahun setelah 11 Juli 2012, tidak termasuk dalam perbaikan DPT," tambahnya.

(ANT-306)