Kamis, 31 Juli 2014

Istana Malacanang Filipina hentikan kerja karena badai

Senin, 30 Juli 2012 17:16 WIB | 2.839 Views
Manila (ANTARA News) - Istana kepresidenan Filipina Malacanang menghentikan kerja kantor pemerintah sejak Senin pukul 14.30 waktu setempat pada Senin mengingat angin dan hujan badai Gener, gangguan cuaca ketujuh menghantam negara itu.

Sekretaris Eksekutif Paquito Ochoa Jr bertindak atas saran Dewan Manajemen Pengurangan Risiko Bencana Nasional dan Badan Layanan Atmosfir, Geofisika dan Astronomi Filipina (PAGASA).

"Mengingat cuaca buruk terus dibawa oleh badai Gener, pekerjaan di kantor-kantor pemerintah dan kelas-kelas di tingkat perguruan tinggi di Wilayah Ibu Kota Nasional bersama ini ditangguhkan hari ini ... dari pukul 14.30 waktu setempat dan seterusnya," kata Ochoa.

"Namun, badan-badan yang fungsinya melibatkan pemberian pelayanan dasar dan kesehatan, kesiapsiagaan, dan respon terhadap bencana dan kinerja lain pelayanan masyarakat yang vital akan melanjutkan operasi mereka dalam memberikan layanan yang diperlukan," katanya.

Badai tropis Gener sebelumnya dilaporkan semakin menguat pada Minggu ketika bergerak perlahan mendekati ekstrim Luzon utara, mendorong Biro Cuaca Filipina meningkatkan sinyal peringatan Nomor Dua meliputi Provinsi Cagayan, Calayan dan kelompok pulau Babuyan.

Sementara itu wilayah Isabela, Kalinga, Apayao dan Batanes kini memasuki sinyal peringatan badai Nomor Satu.

Dalam buletinnya pukul 05.00 pagi waktu setempat, PAGASA mengatakan, pada pukul 04.00 Gener berada di 310 kilometer timur Casiguran, Aurora dan bergerak ke utara-baratlaut dengan kecepatan 15 kilometer per jam..

Badai tersebut terus bergerak di 230 kilometer timur laut Aparri, Cagayan.

Gener sedang mengemas kecepatan angin maksimum 85 kilometer per jam di dekat pusat dengan hembusan hingga 100 kilometer per jam.

PAGASA mengatakan, penduduk dari daerah-daerah di bawah Nomor Sinyal Dua diberitahu terhadap kemungkinan datangnya ombak besar dan gelombang badai yang dihasilkan oleh badai tropis, selain kemungkinan datangnya banjir bandang dan tanah longsor, demikian PNA-OANA.
(H-AK/B002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga