Jumat, 19 Desember 2014

Presiden: pendidikan harus berkualitas, mudah dan murah

| 2.624 Views
id presiden SBY, susilo bambang yudhoyono, pendidikan murah,
Presiden: pendidikan harus berkualitas, mudah dan murah
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (ANTARA)
untuk tingkatkan kualitas pendidikan, tinggal manajemen yang bagus, penetapan sasaran yang tepat dan implementasinya
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan bahwa pendidikan nasional Indonesia harus berkualitas, mudah, dan murah.

"Pembangunan pendidikan yang tengah kita lakukan adalah untuk membuat pendidikan di negeri ini makin berkualitas, mudah, dan murah," kata Presiden Yudhoyono di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa.

Menurut Presiden, pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang memiliki kurikulum, bahan ajar, metodologi, sistem dan infrastruktur yang sesuai dengan perkembangan di era informasi saat ini.

"Kedua adalah mudah, dapat diakses, sehingga lebih banyak kesempatan bagi putra dan putri Indonesia untuk mengenyam pendidikan," kata Presiden.

Kemudahan untuk mengakses pendidikan, kata Presiden, juga harus berlaku untuk pendidikan selain pendidikan wajib.

Sementara itu, menurut Presiden, pendidikan harus murah agar dapat dijangkau masyarakat luas, sekalipun untuk kelompok-kelompok yang belum mampu pemerintah telah memiliki sistem khusus untuk membebaskan biaya pendidikan wajib.

Pada kesempatan itu Presiden Yudhoyono juga menegaskan optimismenya atas keberhasilan sistem pendidikan di Indonesia mengingat pemerintah telah mengalokasikan dana yang cukup untuk pendidikan sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang.

"Saya optimis ... untuk tingkatkan kualitas pendidikan, tinggal manajemen yang bagus, penetapan sasaran yang tepat dan implementasinya, serta tidak terjadi penyimpangan di simpul mana pun," ujarnya.

Kunjungan Presiden Yudhoyono di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah bagian dari "safari" Presiden ke sejumlah kementerian dan lembaga negara di pekan pertama dan kedua bulan puasa.

Dalam kunjungannya ke setiap kementerian atau lembaga negara itu Presiden secara khusus menggelar rapat koordinasi untuk membahas permasalahan yang dihadapi kementerian atau lembaga terkait.

Dalam rapat koordinasi itu Presiden juga meminta agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh melaporkan perkembangan program rehabilitasi gedung sekolah yang ditargetkan akan selesai pada 2014.

Dalam safari Ramadhan tahun lalu Presiden melakukan kunjungan ke sejumlah gedung sekolah yang mengalami kerusakan, baik parah maupun sebagian. Kepala negara secara khusus meminta agar rehabilitasi gedung sekolah itu dapat selesai pada 2014.
(ANT)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga