Selasa, 2 September 2014

Yunani antisipasi arus pengungsi Suriah

Selasa, 31 Juli 2012 13:37 WIB | 1.945 Views
Yunani antisipasi arus pengungsi Suriah
Ilustrasi -- Pengungsi Suriah terlihat di penampungan di kota perbatasan Boynuegin, provinsi Hatay, Turki. (FOTO REUTERS/Osman Orsal)
Athena (ANTARA News) - Yunani memutuskan untuk mengerahkan tambahan penjaga perbatasan sebanyak 2.000 personel di dekat perbatasan dengan Turki untuk mengantisipasi arus pengungsi Suriah yang melarikan diri dari konflik di negeri di Timur Tengah itu.

Pasukan tambahan itu akan ditempatkan di wilayah timur laut, Evros, di mana Yunani dan Turki berbagi wilayah perbatasan sepanjang 212 km.

Saat ini Yunani telah menyiagakan 600 personel di wilayah tersebut.

Selain itu, sebanyak 26 penghalau terapung akan dipasang di sepanjang Sungai Evros, yang dianggap sebagai jalan masuk utama bagi imigran ilegal untuk memasuki wilayah Yunani.

"Kami ingin menutup rapat sungai itu sehingga Yunani tidak lagi digunakan sebagai `gerbang terbuka` (oleh para imigran)," kata Menteri Ketertiban Umum Yunani Nikos Dendias, Senin.

Menurut statistik Uni Eropa (UE), lebih dari 80 persen imigran ilegal memasuki UE melalui perbatasan `berpori` antara Turki dan Yunani.

Kurang lebih 100.000 imigran ditangkap saat berusaha melewati perbatasan kedua negara itu pada 2011.

Dalam usaha untuk mencegah migrasi ilegal, Yunani telah memulai pembangunan pagar sepanjang 12km di sepanjang perbatasan dengan Turki.

Pagar setinggi 13 kaki dan dilengkapi dengan kawat berduri itu diharapkan selesai dibangun pada Oktober dan menghabiskan dana 3,9 juta dolar AS.

Menurut data PBB yang berdasarkan perhitungan para aktivis, konflik di Suriah telah menewaskan sedikitnya 19.000 warga sejak mulai pecah pada Maret 2011.

Kira-kira 200.000 warga Suriah telah mengungsi ke negara-negara tetangga, termasuk Turki, yang telah menampung 88.000 pengungsi Suriah hingga saat ini.
(A059/M009)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga