Selasa, 2 September 2014

Pasukan Prancis ditarik mundur dari Afghanistan

Selasa, 31 Juli 2012 16:35 WIB | 3.284 Views
Kabul (ANTARA News) - Tentara Prancis menuntaskan langkah untuk menarik mundur pasukannya dari Afghanistan saat mengeluarkan tentaranya dari distrik di timur Kabul.

Kendali Distrik Surobi di timur Kabul diserahkan kepada pasukan Afghanistan pada April tapi Prancis secara formal meninggalkannya setelah upacara penurunan bendera singkat, demikian laporan kantor berita AFP.

Penarikan itu membuat pasukan Perancis hanya tersisa di ibukota Afghanistan dan Kapisa, provinsi yang sangat tidak stabil dimana tentara Prancis mengalami banyak serangan mematikan dari Taliban.

Pada awal bulan ini tentara Prancis menyerahkan kendali Kapisa kepada tentara lokal, tapi tentara Prancis akan terus membantu melatih mereka sebagai persiapan untuk penarikan pasukan secara tuntas.

Prancis adalah penyumbang terbesar kelima pada Pasukan Bantuan Keamanan Asing ( International Security Assistance Force/ISAF) NATO, yang dijadwalkan menarik sebagian besar dari 130.000 serdadunya pada akhir 2014.

Sebelum terpilih pada Mei, Presiden Prancis Francois Hollande bertekad mempercepat penarikan tentaranya supaya bisa selesai pada akhir 2012, setahun lebih awal dari rencana awal Paris dan dua tahun sebelum tenggat NATO.

Berdasarkan jadwal Paris, dari 3.000 tentara Prancis yang saat ini bertugas di Afghanistan, 1.400 diantaranya akan menetap setelah akhir 2012 untuk mengawasi pemulangan peralatan dan melatih pasukan setempat.

Sedikit-dikitnya 87 tentara Prancis tewas di Afghanistan sejak invasi pimpinan Amerika Serikat yang menggulingkan rejim Taliban pada 2001, sebagian besar di Kapisa.

(B002)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga