Rabu, 22 Oktober 2014

Ormas akan gelar aksi solidaritas Rohingya

| 2.850 Views
id rohingya, aksi, aksi solidaritas, ormas, ormas islam
Ormas akan gelar aksi solidaritas Rohingya
Sejumlah warga etnis Rohingya yang mengungsi dari Myanmar duduk di sebuah perahu saat mereka mencoba mencapai Bangladesh di Teknaf, Rabu (13/6). Badan Pengungsi PBB UNHCR telah meminta Bangladesh untuk tetap membuka perbatasan bagi para pengungsi karena meningkatnya tingkat kekerasan di di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, kata juru bicara PBB Martin Nesirky kepada para wartawan Selasa lalu. (REUTERS/Andrew Biraj)
Ada sedikit long march dari patung kuda ke Istana
Jakarta (ANTARA News) - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan organisasi masyarakat berencana mengadakan aksi besar di depan Istana Merdeka, Minggu (5/8) mendatang.

Aksi yang akan diadakan pukul 10.00 ini menyerukan penghentian penindasan dan pembantaian umat muslim di Rohingya, Myanmar.

"Yang kedua, mendorong pemerintah Indonesia, dalam hal ini Susilo Bambang Yudhoyono, untuk bertindak lebih tegas dalam kapasitasnya sebagai presiden RI maupun sebagai ketua ASEAN. Tidak selayaknya negara besar seperti Indonesia berdiam diri ada kezaliman yang dilakukan oleh pemerintah anggota ASEAN," kata Juru Bicara HTI M. Ismail Yusanto pada konferensi pers yang diadakan di Kantor DPP HTI, Jakarta Selatan.

Rencananya, aksi ini akan diikuti oleh 5.000 orang dari Jabotabek. "Ada sedikit long march dari patung kuda ke Istana," jelasnya.

HTI juga akan mengadakan aksi pada hari Jumat di depan Kedutaan Besar Myanmar. "Tapi tidak dalam jumlah besar, hanya ratusan," katanya.

Aksi solidaritas Rohingya akan dilakukan selama satu minggu di berbagai kota di Indonesia. "Mulai dari Aceh sampai Makassar, tapi waktunya kapan itu akan diserahkan ke kota masing-masing," tuturnya.

"kami prihatin nasib kaum Muslim Rohingya.Itu sesuatu yang tidak perlu terjadi. Secara historis mereka sudah ada sejak Burma belum berdiri," tutupnya.

Kekerasan komunal pecah di wilayah Arakan antara etnis Rakhine yang beragama Buddha dan Rohingya yang mayoritas Islam pada Mei lalu.

Hingga kini, kekerasan terhadap minoritas muslim Rohingya di Arakan, Myanmar, masih terus terjadi dan tercatat enam ribu umat Islam tewas dibunuh.

Myanmar berpenduduk 75 juta jiwa dan menurut PBB muslim Rohingya yang berjumlah 800.000 orang merupakan salah satu kaum minoritas paling tertindas di dunia.

(nta)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga